Arsip Tag: Tidur

Penyebab dan Cara Mengatasi Sesak Napas saat Tidur

Sesak napas saat tidur bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari obesitas hingga sleep apnea. Oleh karena itu, cara mengatasi sesak napas saat tidur pun beragam, tergantung apa penyebabnya.

Sesak napas bisa menjadi penghalang dalam beraktivitas, tak terkecuali jika sesak napas terjadi saat Anda tidur. Kondisi ini dapat menandakan adanya kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari dokter.

Beragam penyebab sesak napas saat tidur menyebabkan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan penyebab keluhan yang Anda alami untuk mendapatkan saran mengatasi sesak napas saat tidur yang tepat.

Berikut adalah beberapa penyebab beserta cara mengatasi sesak napas saat tidur yang sesuai dan direkomendasikan oleh dokter.

  1. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Jika disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan meresepkan obat antibiotik. Jika infeksi disebabkan oleh virus, dokter akan memberikan obat untuk mengurangi keluhan, atau antivirus bila diperlukan.

Hal ini karena pada kasus infeksi akibat virus, kondisi akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari.

  1. Obesitas

Sesak napas saat tidur juga bisa terjadi jika Anda menderita obesitas. Tidur miring untuk mengurangi tekanan pada paru-paru bisa dilakukan sebagai cara mengatasi sesak napas saat tidur.

Namun, akan lebih baik lagi jika Anda berusaha untuk menurunkan berat badan dengan mempraktekkan pola makan sehat dan rajin berolahraga.

  1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Hingga saat ini, PPOK belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Pengobatan yang tersedia ditujukan untuk mengendalikan gejala, memperlambat perkembangan penyakit, mengurangi risiko komplikasi, dan mempermudah menjalani kehidupan sehari-hari.

Cara mengatasi sesak napas saat tidur akibat PPOK antara lain dengan berhenti merokok, mengonsumsi atau menghirup obat, terapi oksigen, rehabilitasi paru, hingga operasi.

  1. Sleep apnea

Jika sleep apnea membuat Anda merasakan sesak napas saat tidur, dokter dapat merekomendasikan terapi, seperti terapi CPAP. Jika terapi gagal mengatasi sesak napas saat tidur, dokter akan merekomendasikan operasi atau pembedahan.

  1. Cor pulmonale

Cor pulmonale terjadi ketika tekanan darah di arteri yang membawa darah dari jantung ke paru-paru meningkat hingga menyebabkan pembesaran di bagian kanan jantung.

Penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas, termasuk saat tidur atau berbaring (ortopnea). Cara mengatasi penyakit ini adalah dengan terapi oksigen dan mengonsumsi obat tertentu, seperti vasodilator, untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan meningkatkan aliran darah.

Tidur Cukup Bisa Membuatmu Terlihat Lebih Cantik, lho!

Ingin terlihat lebih cantik tanpa menguras kantong bukan hal yang mustahil, kok. Hanya dengan menerapkan pola hidup yang sehat, seperti tidur cukup setiap malam, kamu juga bisa membuat penampilanmu terlihat lebih menawan.

Orang dewasa dianjurkan untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malamnya. Menurut penelitian, tidur yang cukup pada malam hari bisa membuat kulit terlihat lebih muda dan sehat. Tidak hanya itu, tubuh juga akan menjadi fit dan segar, sehingga aura kecantikanmu dapat terpancar dengan sempurna.

Manfaat Tidur Cukup

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapat dari tidur setidaknya 8 jam tiap malamnya:

  1. Terlihat lebih muda

Kurang tidur bisa membuat mata terlihat bengkak dan kulit wajah menjadi pucat. Jika hal ini terjadi terus-menerus, efeknya pun akan bertambah parah karena bisa menyebabkan munculnya garis-garis halus dan lingkaran hitam di bawah mata, serta kulit akan tampak kusam.

Selain itu, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon kortisol. Bila jumlah hormon ini bertambah, maka zat protein yang membuat kulit kenyal dan halus atau kolagen bisa dengan mudah rusak.

Sebaliknya, ketika mendapat waktu tidur yang cukup, tubuh akan memproduksi kolagen serta hormon pertumbuhan, yang berfungsi untuk memperbaiki sel dan jaringan kulit.

  1. Berkurangnya kantong mata dan garis-garis halus

Jika memiliki kantong mata akibat kurang istirahat, kamu bisa memudarkannya dengan tidur yang cukup dan berkualitas. Selain kantong mata, garis-garis halus atau kerutan pada wajah juga bisa tersamarkan jika kamu mencukupkan kebutuhan tidurmu.

Hal ini karena pada saat tidur, tubuh melakukan perbaikan jaringan tubuh yang rusak, termasuk kulit. Efek positif lainnya yang bisa kamu rasakan yaitu kamu akan terbangun dengan kulit wajah yang lebih bercahaya.

  1. Penyerapan produk perawatan wajah cenderung lebih efektif

Apakah kamu suka memakai krim perawatan wajah yang mengandung retinol atau retinoic acid? Nah, krim wajah jenis ini memang paling pas digunakan di malam hari. Alasannya karena aliran darah pada kulit meningkat di malam hari, sehingga memudahkan krim tersebut terserap dengan cepat.

Dengan tidur yang cukup, proses penyerapan produk perawatan kulit pun akan jadi lebih efektif. Terlebih, krim ini juga akan bekerja dengan baik saat kulit tidak terpapar sinar matahari.

  1. Memperbaiki jaringan kulit wajah

Setelah seharian beraktivitas dan terkena sinar matahari serta polusi, kulit dapat menjadi tidak sehat. Namun, tidur yang cukup memungkinkan proses perbaikan jaringan kulit berjalan optimal, sehingga kulit bisa sehat kembali.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa tidur malam yang cukup dapat memperlambat atau mencegah terjadinya penuaan dini pada kulit.

  1. Mood selalu terjaga

Tidur bisa membantu merelaksasi tubuh dan pikiran. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi mood- Terbangun dengan jiwa raga yang segar bisa membuatmu merasa lebih nyaman dan semangat menjalani aktivitas.

Bukan cuma itu, dengan mood yang bagus, kecantikanmu pun akan bertambah, karena kamu cenderung akan lebih sering tersenyum dan ceria.

  1. Tubuh jadi lebih langsing

Kurang tidur juga bisa memicu pertambahan berat badan, lho. Soalnya, saat kurang tidur, biasanya kamu jadi ingin mengonsumsi apa pun dengan kalap, termasuk ngemil makanan tinggi karbohidrat dan lemak.

Selain itu, jika kamu kurang tidur karena sering begadang, tubuhmu akan memproduksi lebih banyak ghrelin (hormon yang membuatmu merasa lapar) dan lebih sedikit leptin (hormon yang membuatmu merasa kenyang).

Kondisi kurang tidur juga bisa membuat metabolisme tubuh menjadi kacau. Kemampuan tubuh untuk memecah zat-zat makanan menjadi energi cenderung terhambat. Hasilnya, zat-zat tersebut akan menumpuk dan menjadi lemak, yang bisa membuat berat badanmu bertambah.

Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika kamu cukup tidur. Makanya, bila kamu ingin tampak lebih langsing, usahakan untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malamnya, ya.

  1. Otak jadi lebih cerdas

Tidur yang cukup sangat penting untuk meningkatkan fungsi otak. Soalnya, ketika kamu mendapatkan tidur cukup dan berkualitas, kemampuan otak untuk menyerap informasi baru akan bertambah, konsentrasi dan daya ingat pun akan semakin tajam.
Nah, untuk mendapatkan tidur yang berkualitas selama 8 jam, kamu bisa melakukan ritual tertentu sebelum memejamkan mata, seperti mandi air hangat, melakukan meditasi, atau membaca buku.