Arsip Tag: Jerawat

Mengenal Lebih Dekat Kandungan Salep Jerawat

Salep jerawat termasuk salah satu jenis obat yang relatif mudah didapatkan. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu berbagai kandungan pada salep jerawat dan cara kerjanya, agar penanganan jerawat dapat lebih optimal.

Jerawat, termasuk jerawat pasir, bisa terjadi di usia remaja dan dewasa. Bintil kecil kemerahan ini kerap muncul pada area wajah, dada, atau punggung. Meski tak berbahaya, terkadang kemunculan jerawat dapat mengurangi rasa percaya diri.

Untungnya acne atau jerawat pengganggu ini bisa diobati secara mandiri, misalnya dengan mengoleskan krim, gel, atau salep jerawat. Akan tetapi, pemilihan krim jerawat tidak bisa dilakukan sembarangan, Anda disarankan untuk memilih salep jerawat dengan kandungan yang sesuai dengan masalah kulit Anda.

Memilih Salep Jerawat Berdasarkan Kandungannya
Berikut adalah kandungan yang umumnya ada di dalam salep jerawat:

  1. Benzoyl peroxide
    Benzoyl peroxide bekerja dengan cara membuang sumbatan di pori-pori kulit, membantu menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, dan mengurangi peradangan.

Di masa-masa awal menggunakan salep jerawat yang mengandung bahan ini, jerawat kemungkinan akan bertambah parah. Kulit wajah pun bisa menjadi kemerahan dan mengelupas.

Namun jangan khawatir. Keluhan tersebut akan mulai membaik setelah menggunakan benzoyl peroxide minimal selama 4 minggu. Perlu diketahui, zat ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering, terasa panas, kesemutan, atau sedikit perih.

  1. Salicylic acid
    Asam salisilat atau salicylic acid bekerja dengan cara membersihkan pori-pori yang tersumbat. Salep jerawat ini bisa membuat bagian atas kulit menjadi terkelupas. Kulit juga bisa menjadi kemerahan, kering, dan lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
  2. Retinoid

Salep jerawat yang mengandung retinoid mampu menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit dan membantu mencegah penumpukan kotoran pada pori-pori. Efek samping paling umum dalam penggunaan retinoid adalah iritasi ringan dan kulit terasa perih.

Salep ini biasanya dioleskan kira-kira 20 menit setelah mencuci wajah, sekali dalam sehari sebelum tidur.

Efek perbaikan jerawat biasanya akan terlihat setelah 6 minggu pemakaian salep jerawat yang mengandung retinoid. Selama menggunakannya, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari atau ultraviolet berlebihan serta gunakan selalu sunscreen.

  1. Azelaic acid

Azelaic acid biasanya digunakan sebagai alternatif jika efek samping benzoyl peroxide atau retinoid dirasa sangat menyakitkan dan tidak nyaman. Obat jerawat oles dengan kandungan ini mampu menyingkirkan kulit mati dan membunuh bakteri, tetapi biasanya hasil akan terlihat setelah sebulan pemakaian.

Gunakan setidaknya 2 kali sehari, atau 1 kali sehari jika kulit Anda sensitif. Selama menggunakan obat ini, disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari dan berhati-hati dengan risiko kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, dan terasa perih.

  1. Antibiotik

Salep jerawat yang mengandung antibiotik bisa mengurangi jumlah bakteri dan peradangan pada kulit, tetapi tidak cukup ampuh mengatasi sumbatan pori-pori. Untuk mengobati jerawat, kandungan antibiotik biasanya dikombinasikan dengan bahan lain, seperti benzoyl peroxide.

Antibiotik juga bisa mengakibatkan dampak yang sama seperti bahan-bahan lain yang telah disebutkan sebelumnya. Penggunaan salep jerawat ini disarankan untuk tidak digunakan selama lebih dari delapan minggu.

Kenali Beragam Kandungan Sabun Muka untuk Jerawat

Sabun muka untuk jerawat umum digunakan dalam mengatasi masalah kulit wajah berjerawat. Namun, Anda perlu cermat dalam memilih sabun jerawat yang tepat, karena setiap jenisnya memiliki kandungan yang berbeda dan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit Anda.

Hampir setiap orang pernah mengalami kulit wajah berjerawat. Namun, Anda tidak perlu khawatir bila mengalaminya karena ada beragam cara mengatasi jerawat, salah satunya dengan sabun muka untuk jerawat.

Jenis sabun ini mengandung bahan aktif yang mampu mengatasi jerawat, sehingga tampilan wajah pun dapat kembali halus dan sehat.

Berbagai Kandungan Sabun Muka untuk Jerawat
Sebelum memilih sabun muka untuk jerawat yang cocok dengan kondisi kulit Anda, sebaiknya pahami dulu berbagai kandungan di dalamnya dan fungsinya. Berikut ini adalah penjelasannya:

  1. Asam salisilat

Asam salisilat atau salicylic acid adalah salah satu bahan aktif yang umum digunakan dalam sabun muka untuk jerawat. Bahan ini dapat memicu eksfoliasi atau pengelupasan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Selain itu, asam salisilat juga diketahui bermanfaat dalam merangsang regenerasi atau pembentukan sel kulit baru yang sehat, mengatasi kemerahan akibat peradangan, dan mengurangi produksi minyak berlebih di wajah.

  1. Benzoil peroksida

Selain dalam sabun muka untuk jerawat, benzoil peroksida juga sering dijumpai dalam serum, krim, gel, atau losion untuk mengatasi kulit berjerawat.

Bahan aktif ini memiliki sifat antibakteri yang mampu membunuh kuman penyebab munculnya jerawat. Benzoil peroksida juga berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, sehingga pori-pori tidak mudah tersumbat.

  1. Alpha hydroxy acids (AHA)
    Sama seperti kedua jenis bahan aktif sebelumnya, kandungan AHA dalam sabun muka untuk jerawat bermanfaat dalam proses eksfoliasi dan regenerasi sel kulit mati. Perbedaannya, AHA memiliki kemampuan dalam menyamarkan bekas jerawat serta meningkatkan produksi kolagen sehingga wajah tampak awet muda.
  2. Sulfur

Sulfur atau belerang kerap dijumpai dalam sabun muka untuk jerawat yang berbentuk batang. Bahan aktif ini memiliki berbagai manfaat, yaitu meregenerasi sel-sel kulit, mengurangi produksi sebum berlebih, dan melindungi wajah dari berbagai kuman penyebab jerawat.

Selain mengatasi jerawat, sulfur juga mampu mengatasi penyakit kulit lainnya, seperti rosacea, pitiriasis versikolor, dan dermatitis seboroik.

  1. Vitamin C

Vitamin C adalah zat yang memiliki sifat antioksidan, begitu pula dengan penggunaannya sebagai sabun muka untuk jerawat.

Sifat antioksidan dari vitamin C dipercaya mampu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada kulit berjerawat. Selain itu, vitamin ini juga diketahui efektif untuk menyamarkan bekas jerawat karena kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen.

Bahan aktif lain, seperti retinol, azelaic acid, tea tree oil, dan glycolic acid, dalam sabun wajah juga diyakini bermanfaat untuk mengatasi jerawat.