Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta atau yang terkenal sebagai Museum Fatahillah merupakan salah satu ikon utama di kawasan Kota Tua Jakarta. Selain desain bangunannya yang bergaya zaman Belanda, museum ini juga menyimpan sejarah menarik.

Saat liburan tiba tempat ini selalu ramai wisatawan baik dari luar kota maupun warga Jakarta. Semua tertarik untuk belajar dan berekreasi di kawasan Museum Fatahillah yang terkenal.

Penasaran ada apa saja hal menarik dari museum ini? Berikut ulasan lengkap yang telah salsawisata.com siapkan untuk Anda:

Sejarah Museum Sejarah Jakarta
Museum Fatahillah ini memiliki sejarah yang panjang terkait pendiriannya. Sebelum berubah nama, museum ini dulunya bernama Oud Batavia atau Batavia Lama dan sudah ada sejak tahun 1936.

Wacana pembangunan museum ini sebenarnya sudah muncul saat ulang tahun Batavia atau Jakarta yang ke 300 tahun 1919. Pada saat itu koleksinya berisi peninggalan Belanda yang sudah menduduki Batavia sejak abad XVI.

Lalu ketika masa kemerdekaan, museum ini berganti nama menjadi Museum Djakarta Lama. Selang beberapa tahun, tepatnya pada 30 Maret 1974, Pemerintah Jakarta meresmikan Museum Sejarah Jakarta.

Museum Sejarah kota Jakarta ini sendiri menggunakan bangunan bekas Balai Kota pertama Batavia. Sejak peresmiannya tersebut koleksi Museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta bersama beberapa koleksi dari Museum Nasional.

Bekas bangunan Museum Djakarta Lama ini pun berganti menjadi Museum Wayang yang mirip dengan Museum Sonobudoyo di Jogja. Setelah pemindahan tersebut, museum yang berada di kawasan Kota Tua ini menjadi salah satu pusat wisata edukasi sejarah di Jakarta.

Daya Tarik Museum Sejarah Jakarta
Kesan museum yang membosankan tidak akan terasa saat Anda mengunjungi tempat satu ini. Ada banyak hal menarik yang bisa Anda lakukan dan temukan saat berkunjung ke sini, berikut diantaranya:

Asal Usul Nama Museum Fatahillah
Museum di Kota Tua ini memang lebih terkenal dengan nama Museum Fatahillah. Hal ini karena lokasinya yang berada di area Taman Fatahillah yang jadi pusat dari Kota Tua.

Nama Fatahillah sendiri berasal dari nama sosok pejuang yang berhasil menaklukan Sunda Kelapa pada tahun 1527. Bagi orang Belanda saat itu, beliau terkenal dengan nama Falatehan.

Karena perjuangannya tersebut, kawasan kota tua ini diberi nama oleh pemerintah Jakarta dengan nama Fatahillah. Fakta unik lain dari beliau adalah hubungannya dengan para Wali Songo.

Raden Fatah ini merupakan kerabat dari Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati yang makamnya menjadi destinasi wisata religi Indonesia terkenal. Oleh sebab itulah, nama Fatahillah mudah teringat di kalangan masyarakat.

Koleksi Museum
Selain arsitektur bangunan museum yang menyerupai Istana Belanda pada waktu itu, isi koleksi museum ini juga cukup menarik. Barang-barang yang ada di sini terbagi menjadi beberapa bagian yang semuanya berkaitan dengan sejarah Jakarta.

Misalnya saja koleksi dari masa Pajajaran dan Tarumanegara yang dulu menguasai Sunda Kelapa. Selain itu ada pula koleksi mebel peninggalan Belanda dari abad 17 hingga 19 yang memadukan gaya Eropa, Cina, dan Indonesia.

Tak hanya itu saja, museum ini juga menyimpan benda koleksi budaya Betawi dan benda-benda bernilai tinggi lain sebagai sarana edukasi. Sehingga pengunjung yang datang bisa belajar banyak hal di setiap ruang koleksi yang ada di museum.

Spot Foto Menarik
Mengunjungi kawasan Kota Tua tentu kurang asyik jika tidak berfoto. Apalagi ada banyak spot menarik yang bisa Anda pilih untuk berpose dan mendapatkan foto yang instagramable.

Salah satu yang paling favorit sudah pasti area depan Museum Fatahillah ini. Fasad bangunan yang bergaya Eropa lama jadi lokasi paling menarik untuk berfoto.

Selain itu Anda juga bisa menyewa beberapa properti yang dapat membuat foto Anda lebih apik lagi. Misalnya topi pantai, sepeda ontel, atau cosplayer yang bisa menambah kesan jadul dan retro tempat ini.

Kulineran
Setelah puas berfoto dan berkeliling area museum, Anda juga bisa mencoba berbagai kuliner yang tersedia di sekitar museum. Bahkan beberapa makanan khas Jakarta yang mulai langka seperti kerak telor juga bisa Anda dapatkan di sini.

Tempat ini sangat cocok untuk Anda bersantai atau sekedar piknik bersama teman dan keluarga. Jajanan dan makanan murah yang ada tentu membuat kunjungan Anda jadi lebih menyenangkan.

Tour Wisata Malam
Anda yang berkunjung ke kawasan ini di malam hari pun tetap bisa menikmati keseruan tour wisata area sekitar. Biasanya tour ini berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB dengan syarat minimal peserta 10 orang.

Saat tour Anda akan pergi berkeliling dari Taman Fatahillah melewati kota tua Pelabuhan Sunda Kelapa, Gudang VOC, hingga ke Gedung Cipta Niaga. Selama perjalanan tersebut akan ada pemandu yang menjelaskan setia informasi mengenai tempat yang Anda lewati.

Semakin seru lagi jika Anda berkeliling menggunakan sepeda sewaan yang tersedia. Pengalaman tur di malam hari ini tidak akan kalah dengan keseruan saat Anda melihat-lihat koleksi museum di siang hari.