Arsip Kategori: Kesehatan

Permainan taruhan judi slot gacor terlengkap dengan bonus terbaik kami juga tawarkan untuk para member. Setiap player atau member yang bermain di sini akan bisa menikmati mudah hanya memperoleh kemenangan dari permainan taruhan slot. Mbak Ana juga ada berbagai penawaran menarik lainnya termasuk transaksi dengan menggunakan teknologi walet digital yang kekinian baik untuk permainan judi bola ataupun slot online. Proses transaksi yang bisa dilakukan tentunya bisa sangat murah dan terjangkau dengan minimum 10.000. Cukup dengan menggunakan modal itu, kamu sudah bisa memiliki kesempatan untuk bisa mulai bermain dan mencoba mengikuti taruhan judi online mahjong ways 2 ini.

Kandungan Nutrisi Susu Peninggi Badan dan Cara Kerjanya

Susu peninggi badan kerap disertakan pada asupan dalam upaya menambah tinggi badan anak. Tidak hanya anak-anak, susu ini juga baik diminum oleh remaja karena mengandung berbagai nutrisi yang berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan.

Laju pertumbuhan setiap anak memang berbeda-beda. Meski genetik berperan besar dalam menentukan tinggi badan anak, ada juga faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan anak, salah satunya adalah asupan nutrisi.

Untuk menambah tinggi badan anak, orang tua terkadang memberikan susu peninggi badan pada anak. Susu peninggi badan yang beredar di pasaran umumnya berasal dari susu sapi dan mengandung berbagai nutrisi untuk tumbuh kembang anak.

Kandungan Nutrisi Susu Peninggi Badan
Meskipun terdapat beragam produk susu peninggi badan, setidaknya ada beberapa nutrisi yang umum terkandung di dalam jenis susu tersebut, antara lain:

  1. Protein

Kandungan protein dalam susu memang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain berperan sebagai sumber energi, protein juga berfungsi untuk membentuk sel dan jaringan tubuh, menghasilkan hormon, serta membangun otot dan tulang.

  1. Kalsium

Kalsium merupakan salah satu nutrisi dalam susu peninggi badan yang penting bagi tumbuh kembang anak. Tidak hanya mengoptimalkan kerja saraf dan otot, kalsium juga bermanfaat untuk memperkuat tulang.

  1. Vitamin A

Selain berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, vitamin A pada susu juga berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A dalam jangka panjang berisiko menghambat pertumbuhan anak.

  1. Vitamin D

Tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh, vitamin D juga bermanfaat dalam menjaga kekebalan tubuh serta mendukung tumbuh kembang anak, terutama pertumbuhan tulang.

  1. Seng

Seng juga termasuk salah satu nutrisi yang umum ditemukan dalam susu peninggi badan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa asupan seng yang cukup dapat membantu anak memiliki tinggi dan berat badan yang ideal. Sebaliknya, kekurangan asupan seng justru dapat menghambat pertumbuhan anak.

Selain beberapa nutrisi di atas, susu peninggi badan umumnya juga mengandung riboflavin, vitamin B12, fosfor, dan magnesium untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Ketahui Apa Itu Robotic Spine Surgery

Robotic spine surgery adalah operasi tulang belakang menggunakan bantuan lengan robot dan laparoskopi. Prosedur ini dilakukan antara lain untuk mengatasi herniasi diskus atau memasang implan di tulang belakang.

Operasi robotik untuk tulang belakang, atau dikenal dengan robotic-assisted spine surgery, mirip dengan operasi tulang belakang dengan teknik laparoskopi. Perbedaannya adalah pada teknik robotik, dokter bedah mengendalikan lengan robot melalui komputer.

Pada awalnya, operasi robotik tulang belakang hanya dilakukan untuk membantu operasi konvensional atau laparoskopi. Namun, pada beberapa tahun Slot777 Gacor belakangan, teknik robotik diteliti untuk mengatasi gangguan tulang belakang yang lebih serius, seperti tumor, retak tulang belakang, atau skoliosis.

Saat ini, beberapa rumah sakit di Indonesia telah menyediakan fasilitas prosedur robotic spine surgery atau operasi robotik tulang belakang.

Peringatan Robotic Spine Surgery
Pasien yang hendak menjalani operasi robotik tulang belakang disarankan untuk memberi tahu dokter terkait obat atau suplemen yang dikonsumsi, terutama obat yang dapat mengganggu pembekuan darah, seperti clopidogrel, aspirin, atau warfarin. Pasien juga perlu memberi tahu dokter tentang riwayat penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, atau penyakit paru-paru.

Prosedur Robotic Spine Surgery
Setelah memasuki ruang operasi, pasien akan diminta untuk mengganti pakaian dengan jubah khusus operasi, kemudian berbaring telungkup di atas meja operasi. Selanjutnya, dokter akan memberikan bius total. Bila diperlukan, pasien juga akan diberikan alat bantu pernapasan selama operasi.

Setelah bius bekerja dan pasien tertidur, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di area yang akan dioperasi. Beberapa selang lentur yang dilengkapi dengan kamera dan lampu akan dimasukkan melalui sayatan tersebut, dengan bantuan lengan robot yang dikendalikan oleh dokter bedah melalui komputer.

Selama operasi robotik tulang belakang berlangsung, dokter akan memantau area operasi secara langsung. Tujuannya adalah untuk mengawasi agar lengan robot tidak melakukan kesalahan.

Setelah operasi selesai, luka operasi akan dijahit dan ditutup dengan perban. Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri.

Setelah Robotic Spine Surgery
Setelah operasi selesai, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan sebelum kembali ke kamar rawat inap. Biasanya, pasien perlu dirawat 3–5 hari setelah operasi, tetapi ada juga pasien yang diperbolehkan pulang esok harinya. Hal ini tergantung pada keparahan penyakit, tingkat kesulitan operasi, usia dan riwayat penyakit pasien.

Lamanya waktu penyembuhan setelah operasi juga tergantung pada kondisi pasien. Untuk membantu mempercepat pemulihan dan melatih pergerakan tulang belakang, dokter dapat menyarankan pasien untuk melakukan fisioterapi.

Kondom Bocor, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Kondom merupakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan sekaligus infeksi menular seksual (IMS). Meski begitu, pada beberapa kondisi, kondom juga bisa bocor, sehingga menurunkan efektivitasnya. Untuk tahu apa saja kemungkinan penyebab kondom bocor, mari simak di artikel ini.

Umumnya, kondom dibuat dari bahan dasar yang elastis, seperti lateks, polyurethane, atau polyisoprene. Tujuannya tentu untuk mempermudah pergerakan dan mengurangi kemungkinan kondom bocor. Kendati begitu, bukan berarti kondom tidak dapat bocor atau sobek sama sekali, ya.

Kondom bisa saja bocor dengan lubang yang besar maupun yang sangat kecil. Nah, yang perlu lebih diwaspadai adalah robekan kondom yang kecil, karena tentunya lebih sulit untuk dideteksi. Pasalnya, meski robekannya kecil, kondom bocor tetap bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan, bahkan infeksi menular seksual.

Berbagai Penyebab Kondom Bocor
Kondisi kondom bocor bisa disebabkan oleh banyak hal. Pada beberapa kasus, kondom mungkin sudah bocor atau rusak saat diproduksi. Namun, kondom bocor juga sering disebabkan oleh keteledoran atau kesalahan penggunanya.

Di bawah ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kondom bocor:

  1. Kondom sudah kedaluwarsa

Perlu diketahui, kondom juga memiliki batas tanggal pemakaian atau tanggal kedaluwarsa, lho. Apabila sudah melewati tanggal kedaluwarsa, kualitas bahan kondom kemungkinan besar sudah menurun, sehingga rentan terjadi kebocoran.

Oleh sebab itu, sebelum menggunakan kondom, biasakan untuk selalu mengecek batas tanggal pemakaiannya. Jika kondom sudah kedaluwarsa, jangan digunakan dan buanglah.

  1. Kondom tidak disimpan pada suhu yang tepat

Tidak menyimpan kondom pada suhu yang tepat juga dapat meningkatkan risikonya mengalami kebocoran. Hal ini karena bahan kondom rentan mengalami perubahan jika terpapar suhu yang ekstrem, seperti terlalu panas maupun terlalu lembap.

Maka dari itu, simpanlah kondom di tempat bersuhu ruangan, misalnya pada kotak P3K. Hindari menyimpan kondom di tempat yang mudah terpapar panas matahari langsung atau tempat yang lembap, seperti laci mobil, dompet, atau saku celana.

  1. Ukuran kondom tidak sesuai

Tanpa disadari, menggunakan kondom dengan ukuran yang tidak sesuai, terlebih jika ukuran kondom lebih kecil dari ukuran penis, bisa juga menyebabkan kebocoran mikroskopik pada kondom.

Jadi, untuk tahu ukuran kondom yang tepat untukmu, kamu bisa mengukur panjang, lebar, dan ketebalan penis saat ereksi. Kemudian, cocokkan ukuran tersebut dengan tabel ukuran yang ada pada kotak kemasan kondom.

  1. Salah memilih pelumas

Penting untuk kamu ingat bahwa kondom, terutama yang berbahan lateks, tidak disarankan untuk digunakan dengan pelumas berbahan dasar minyak, termasuk baby oil atau minyak kelapa.

Pasalnya, minyak dapat merusak dan menyebabkan kebocoran pada kondom lateks. Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menggunakan pelumas berbahan dasar air atau silikon saja.

  1. Cara membuka kemasan kondom tidak tepat

Saat akan berhubungan seksual, tidak sedikit orang yang terburu-buru dalam membuka kemasan kondom, misalnya dengan merobek kemasan kondom menggunakan gigi.

Padahal, jika tidak dibuka dengan cara yang tepat, kondom berisiko mengalami kebocoran. Nah, untuk menghindarinya, guntinglah ujung kemasan kondom dengan menggunakan gunting kuku, lalu sobek secara perlahan menggunakan tangan.

Peran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dan Kondisi yang Ditanganinya

Olahraga merupakan aktivitas rtp live yang melibatkan banyak gerakan. Meskipun menyehatkan, olahraga bisa juga menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan. Di sinilah peran dokter spesialis kedokteran olahraga dibutuhkan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga adalah dokter yang memiliki keahlian khusus dalam melayani pemulihan serta pencegahan cedera maupun penyakit yang berkaitan dengan olahraga. Untuk mendapatkan gelar spesialis kedokteran olahraga (SpKO), seorang dokter umum harus menjalani pendidikan dokter spesialis dalam bidang ini. Lama pendidikannya minimal 3,5 tahun.

Dokter spesialis kedokteran olahraga bertanggung jawab untuk mendiagnosis dan menangani pasien dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan olahraga. Biasanya, dokter spesialis kedokteran olahraga juga menjadi bagian dari tim medik atlet pada program pelatihan dan kejuaraan olahraga.

Kondisi yang Dapat Ditangani Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Penanganan yang diberikan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga untuk mengatasi cedera atau gangguan pada tulang dan otot akibat olahraga bisa berupa pemberian obat, terapi, atau penggunaan alat bantu, tanpa tindakan operasi.

Jika pasien mengalami cedera yang perlu ditangani dengan operasi, dokter spesialis olahraga akan merujuknya kepada dokter ortopedi.

Selain masalah tulang dan otot, dokter spesialis kedokteran olahraga juga bertanggung jawab atas kesehatan atlet secara umum, mulai dari kondisi fisik, status gizi, hingga keadaan psikologisnya.

Apa yang Perlu Disiapkan Saat Mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga?
Untuk mendiagnosis dan menangani keluhan Anda, dokter spesialis kedokteran olahraga akan menanyakan riwayat keluhan Anda secara lengkap. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk alergi, riwayat konsumsi obat, riwayat penyakit terdahulu, dan siklus menstruasi bagi para wanita.

Khusus cedera, Anda mungkin akan ditanya mengenai tanggal terjadinya cedera, kronologi terjadinya cedera, riwayat pengobatan dan perawatan cedera, riwayat cedera terdahulu, dan riwayat operasi.

Dokter membutuhkan informasi yang lengkap terkait keluhan dan riwayat kesehatan Anda secara umum. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mengumpulkan informasi-informasi ini dengan lengkap untuk memudahkan dokter menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat untuk Anda.

Jika keluhan berhubungan dengan persendian atau sistem tulang dan otot, biasanya dokter perlu memeriksa bagian tersebut dengan menggerakkannya. Oleh karena itu, Anda dianjurkan mengenakan pakaian yang longgar dan dapat memudahkan dokter saat pemeriksaan fisik.

Selain itu, Anda juga disarankan membawa hasil pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan radiologi dan laboratorium yang pernah Anda jalani sebelumnya bila pernah memeriksakan keluhan ini di tempat lain.

Masalah kesehatan yang terkait dengan olahraga ada banyak ragamnya, mulai dari terkilir hingga asma. Jika Anda mengalami keluhan yang timbul karena olahraga dan tidak bersifat darurat, Anda bisa mengunjungi dokter spesialis kedokteran olahraga.

Mengenal Peran Dokter Ortopedi Ahli Spine

Dokter ortopedi ahli spine adalah dokter yang memiliki keahlian khusus untuk menangani masalah kesehatan pada tulang belakang, baik itu dengan operasi maupun tanpa operasi.

Sebelum meraih daftar situs judi bola resmi dan terpercaya gelar subspesialis ahli spine, seorang dokter umum harus menyelesaikan program pendidikan dokter spesialis ortopedi guna meraih gelar Sp.OT. Setelah itu, studinya dilanjutkan lagi dengan mendalami tulang belakang untuk mendapatkan gelar Sp.OT(K).

Kondisi Medis yang Bisa Ditangani Dokter Ortopedi Ahli Spine
Dokter ortopedi ahli spine memiliki pengetahuan mendalam mengenai pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit serta cedera pada tulang belakang. Dokter subspesialis ini dapat menangani pasien di segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia (lansia).

Tindakan yang Dilakukan oleh Dokter Ortopedi Ahli Spine
Dokter ortopedi ahli spine terlatih untuk melakukan berbagai tindakan medis guna mengatasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan tulang belakang dan area di sekitarnya, baik itu tindakan bedah ataupun nonbedah.

Sebelum melakukan tindakan medis, dokter ortopedi ahli spine akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti foto Rontgen, BMD, CT scan dan MRI. Nantinya, pengobatan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan ini.

Contoh tindakan nonbedah yang dapat diberikan oleh dokter ortopedi ahli spine meliputi obat-obatan, anjuran berolahraga, serta rujukan untuk menjalani fisioterapi.

Sementara itu, tindakan bedah yang bisa dilakukan oleh dokter ortopedi ahli spine meliputi:

  1. Bedah invasif minimal

Operasi ini tidak memerlukan sayatan yang besar dan tidak melukai banyak jaringan di sekitar tulang belakang, sehingga risiko komplikasi lebih rendah dan masa pemulihan yang lebih singkat.

Contoh penyakit yang bisa ditangani dengan tindakan bedah invasif minimal adalah HNP, tumor spinal yang kecil, dan kifosis.

  1. Bedah terbuka

Pada operasi ini, diperlukan sayatan yang besar untuk menjangkau daerah yang bermasalah. Contoh penyakit yang memerlukan tindakan bedah terbuka adalah osteoarthritis, tumor spinal yang besar, dan patah tulang belakang.

  1. Penggantian cakram tulang belakang total

Operasi ini dilakukan untuk mengganti total cakram tulang belakang yang telah rusak dengan cakram buatan.

Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ortopedi ahli spine ketika mendapatkan hantaman atau benturan pada tulang belakang, misalnya akibat kecelakaan saat berkendara, jatuh dari ketinggian, atau menghantam benda keras saat berolahraga.

Sebelum memeriksakan diri ke dokter ortopedi ahli spine, catat semua gejala dan keluhan yang Anda rasakan. Catat juga kegiatan apa yang memperparah dan meringankan keluhan, atau bila ada, kejadian awal yang menyebabkan timbulnya keluhan.

Jangan lupa juga untuk mencatat riwayat medis Anda secara lengkap, termasuk riwayat pengobatan, riwayat penyakit terdahulu, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Memberitahukan hal ini akan memudahkan dokter untuk mendiagnosis penyakit yang Anda alami

Kutil di Leher Dapat Menular, Cari Tahu Cara Mengatasinya

Kutil di leher umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, benjolan di kulit ini bisa menular dan semakin besar sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada siapa pun yang mengalaminya.

Kutil di leher disebabkan oleh infeksi virus HPV dan dapat menyerang siapa saja. Namun, tumbuhnya kutil di bagian leher lebih berisiko dialami oleh judi bola resmi orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya anak-anak atau lansia.

Selain itu, orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya penderita HIV/AIDS atau judi bola terpercaya orang yang menjalani transplantasi organ, juga rentan mengalami penyakit kutil.

Cara Penularan Kutil di Leher
Kutil di leher umumnya berwarna kelabu, berbentuk bulat, dan bertekstur kasar. Selain itu, kutil di leher juga tampak seperti lipatan kulit atau menyerupai daging tumbuh seukuran jerawat.

Kutil muncul ketika virus HPV dari bagian tubuh lain maupun orang lain menyebar ke kulit, misalnya ketika Anda menyentuh kutil lalu menggaruk leher. Penyebaran virus HPV juga bisa melalui penggunaan peralatan pribadi, seperti handuk, yang bergantian dengan orang yang memiliki kutil.

Oleh karena itu, penting untuk tidak menyentuh apalagi menggaruk kutil yang tumbuh, serta hindari berbagi penggunaan peralatan pribadi dengan orang lain agar penularan kutil dapat dicegah. Jangan lupa untuk segera mencuci tangan bila tidak sengaja menyentuh kutil.

Cara Mengatasi Kutil di Leher

Kutil di leher umumnya dapat ditangani dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Penggunaan obat-obatan medis

Kutil di leher dapat diatasi menggunakan beberapa jenis obat kutil, seperti asam salisilat atau asam glikolat, yang dapat membantu pengelupasan kulit. Dengan begitu, kutil dapat terkelupas dengan sendirinya.

  1. Krioterapi

Ini merupakan prosedur medis yang paling umum digunakan untuk mengatasi kutil di leher. Krioterapi atau bedah beku adalah prosedur medis yang melibatkan penggunaan cairan nitrogen untuk membekukan kutil dan menghancurkannya.

  1. Bedah listrik dan kuretase

Prosedur bedah listrik dan kuretase sering kali dilakukan secara bersamaan guna mengatasi kutil di leher. Bedah listrik adalah proses pengeringan kutil, sedangkan kuretase merupakan proses pengangkatan kutil yang telah kering.

  1. Terapi laser

Terapi laser digunakan apabila kutil di leher tidak dapat diatasi dengan cara-cara sebelumnya. Agar pasien tidak merasa sakit, dokter bedah akan memberikan bius lokal sebelum terapi dimulai.

Mengenal Profesi Dokter Ortopedi Ahli Sport dan Artroskopi Ortopedi

Dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi ortopedi adalah dokter yang memiliki keahlian untuk menangani kasus cedera tulang, sendi, otot, dan jaringan ikat akibat kecelakaan dalam olahraga. Tak hanya menangani para atlet, dokter subspesialis ini juga menangani cedera akibat olahraga pada pasien nonatlet.

Olahraga merupakan aktivitas yang penting untuk dilakukan secara rutin, karena baik bagi kesehatan tubuh dan mental. Tak hanya itu, rutin berolahraga juga dapat menurunkan risiko berbagai jenis penyakit, seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Meski demikian, apa pun jenis olahraga yang dilakukan, Anda dianjurkan untuk tetap berhati-hati dan waspada. Bila tidak, Anda bisa saja mengalami cedera. Sebagian kasus cedera akibat olahraga bahkan bisa cukup parah hingga menyebabkan kecacatan.

Risiko cedera saat berolahraga lebih sering dialami oleh orang dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti atlet. Dalam hal ini, peran dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi ortopedi sangatlah penting dalam menangani cedera akibat olahraga.

Tindakan yang Dilakukan Dokter Ortopedi Ahli Sport dan Artroskopi Ortopedi
Dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi memiliki kemampuan untuk mendiagnosis jenis cedera yang dialami pasien beserta tingkat keparahannya.

Dalam mendiagnosis, dokter subspesialis ini dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine, artroskopi, serta pemeriksaan radiologi, misalnya foto Rontgen, USG, CT scan, dan MRI.

Setelah jenis dan tingkat keparahan cedera pada pasien diketahui, dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi akan menentukan penanganan yang tepat untuk memperbaiki fungsi anggota gerak tubuh yang cedera agar mereka dapat berfungsi kembali.

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi adalah:

Pemberian obat-obatan
Untuk menangani cedera pada pasien, dokter dapat meresepkan obat-obatan antinyeri golongan OAINS. Pada kasus cedera yang parah, dokter juga dapat memberikan obat kortikosteroid melalui suntikan atau obat minum.

Fisioterapi
Untuk membantu proses pemulihan pasien dan mengembalikan fungsi tubuh yang rusak akibat cedera, dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi juga sering kali menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi. Terapi ini dapat dilakukan setelah pasien pulih dari tindakan operasi.

Daftar Obat Batuk untuk Bayi yang Aman Dikonsumsi Si Kecil

Batuk merupakan reaksi normal dan bentuk mekanisme tubuh untuk membersihkan lendir, kuman, dan kotoran dari saluran napas dan paru-paru. Batuk biasanya terjadi ketika tenggorokan, trakea, atau paru-paru mengalami iritasi, radang, atau infeksi.

Obat Batuk untuk Bayi yang Aman
Batuk pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau iritasi terhadap polusi atau kotoran, seperti debu dan asap, di udara. Batuk karena kedua hal tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya.

Keluhan yang cukup sering terjadi ini sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan jika tidak disertai keluhan lain, seperti demam, sesak napas, dan bayi tampak lemas.

Batuk pada bayi cukup diatasi dengan memperbanyak asupan ASI dan istirahat. Namun, bila Si Kecil batuk disertai demam atau ia menjadi lebih rewel, pertimbangkan untuk memberikan dua jenis obat berikut:

Obat pereda demam
Jenis obat pereda demam yang aman untuk bayi yaitu paracetamol dan ibuprofen. Untuk bayi, umumnya paracetamol dan ibuprofen tersedia dalam bentuk sirup. Namun pemberian kedua obat tersebut ada aturannya, yakni:

Paracetamol

Paracetamol bisa diberikan bila Si Kecil sudah berusia 2 bulan, dengan syarat ia dilahirkan setelah usia kehamilan 37 minggu dan beratnya sudah lebih dari 4 kg. Paracetamol bisa meredakan demam dan nyeri akibat radang di tenggorokan yang menyebabkan bayi batuk.

Pemberian paracetamol yang tepat adalah setiap 4–6 jam sekali, serta tidak lebih dari 4 kali pemberian dalam waktu 24 jam. Agar dosis paracetamol yang diberikan sesuai, gunakan pipet atau sendok obat pada botol yang sesuai dengan takarannya.

Terlalu banyak memberikan paracetamol dapat mengakibatkan kerusakan organ hati. Oleh karenanya, pastikan untuk selalu mematuhi anjuran dosis yang diberikan. Paracetamol cenderung lebih aman untuk saluran cerna bayi dibanding ibuprofen.

Ibuprofen

Ibuprofen dapat diberikan jika Si Kecil sudah berumur 3 bulan atau beratnya lebih dari 5 kg. Ibuprofen dapat mengurangi demam, nyeri, serta mengurangi peradangan.

Namun, pemberian ibuprofen sebaiknya tidak lebih dari 3 dosis dalam jangka waktu 24 jam dan jarak waktu saat memberikan obat ini juga jangan terlalu cepat (kurang dari 6 jam). Dibandingkan dengan paracetamol, ibuprofen cenderung membuat lambung bayi tidak nyaman, sehingga ia bisa mengalami efek samping berupa mual atau muntah.

Larutan saline
Jika batuk Si Kecil tidak disertai demam, Bunda dapat memberikan larutan saline yang bisa dibeli di apotek. Selain dalam bentuk tetes, saline yang merupakan larutan garam steril ini juga tersedia dalam bentuk semprot (spray).

Larutan saline berfungsi mengencerkan lendir yang kental, maupun membantu mengeluarkan dahak pada bayi, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan, melegakan pernapasannya, serta melembapkan jalan napas akibat udara yang terlalu kering atau kotor.

Bunda bisa meneteskan larutan saline ke lubang hidung bayi, lalu hisap lendir menggunakan alat hisap lendir yang bentuknya seperti pipet.

Perlu dipahami bahwa paracetamol, ibuprofen, dan larutan saline hanya digunakan untuk membuat bayi merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat hingga batuknya reda dengan sendirinya.

Bunda juga sebaiknya tidak memilih obat batuk untuk bayi atau orang dewasa yang beredar di pasaran, misalnya obat pengencer dahak atau pereda batuk, yang biasanya terdapat pada obat flu. Obat-obatan tersebut tidak aman dikonsumsi oleh anak berusia di bawah dua tahun, termasuk bayi.

Selain itu, penggunaan antibiotik juga tidak selalu dibutuhkan untuk mengobati batuk pada bayi. Antibiotik hanya digunakan jika batuk pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri.

Untuk menentukan apakah batuk pada bayi disebabkan oleh bakteri atau bukan dan menentukan jenis antibiotik apa yang cocok digunakan, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter.

Ketahui Lebih Jauh Tentang Operasi Rahang

Operasi rahang adalah tindakan untuk memperbaiki kelainan posisi rahang dan gigi. Operasi ini sering dilakukan sebagai bagian dari operasi plastik untuk menyempurnakan penampilan wajah.

Secara umum, operasi rahang atau bedah ortognatik dilakukan dengan cara memotong tulang rahang dan mengubahnya ke posisi yang benar. Selanjutnya, alat khusus akan dipasang untuk menjaga agar tulang rahang tetap di posisinya.

Operasi rahang baru dapat dilakukan setelah rahang tumbuh sempurna, yaitu setelah usia 14 tahun pada wanita dan setelah 17 tahun pada pria.

Sebelum Operasi Rahang
Sebelum operasi rahang, dokter akan melakukan foto Rontgen pada area gigi dan rahang untuk melihat bentuk gigi dan rahang yang akan dioperasi. Selanjutnya, dokter gigi spesialis ortodontis dapat memasang kawat gigi pada pasien terlebih dahulu, yaitu sekitar 12–18 bulan sebelum operasi.

Perlu diketahui bahwa pemasangan kawat gigi ini tidak dapat memperbaiki bentuk rahang pasien, tetapi sebatas untuk meluruskan gigi sebelum operasi.

Prosedur Operasi Rahang
Prosedur operasi rahang dapat dilakukan di rahang bagian atas, bagian bawah, atau keduanya. Umumnya, operasi rahang berlangsung selama 2–5 jam, tergantung pada kondisi yang diperbaiki.

Selama tindakan di sbobet88 ruang operasi, pasien tidak akan merasakan apa pun karena akan diberikan bius total. Setelah bius bekerja dan pasien tertidur, dokter akan membuat sayatan di dalam mulut area rahang atas maupun rahang bawah.

Sayatan operasi tidak akan meninggalkan bekas luka di wajah, karena sayatan dibuat di bagian dalam mulut. Meski demikian, terkadang sayatan kecil perlu dibuat di bagian luar mulut.

Setelah Operasi Rahang
Lama pemulihan pasien setelah operasi berbeda-beda, tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, masa pemulihan umumnya dapat memakan waktu hingga 2–3 bulan setelah operasi. Berikut ini adalah hal-hal yang terjadi selama masa pemulihan, serta tindakan yang perlu dan tidak boleh dilakukan:

Masa pemulihan operasi rahang di rumah sakit
Setelah operasi selesai dilakukan dan efek obat bius hilang, pasien akan kembali sadar. Pasien akan merasakan kantuk, nyeri, serta kesemutan di sekitar mulut dan wajah.

Sensasi kesemutan muncul akibat efek samping obat bius yang melindungi saraf di sekitar rahang selama operasi. Selain itu, rahang yang dioperasi juga akan mengalami pembengkakan.

Pasien yang menjalani operasi rahang perlu menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1–4 hari setelah operasi. Selama rawat inap, dokter akan melakukan pemantauan rutin pada kondisi pasien.

Masa pemulihan operasi rahang setelah pulang ke rumah
Setelah pulang dari rumah sakit, pasien diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Pasien juga diminta untuk hanya mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah ditelan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri, serta meminta pasien untuk tidak merokok dan melakukan aktivitas berat setidaknya sampai 3 bulan setelah operasi.

Masa pemulihan setelah operasi rahang tergantung pada kondisi pasien. Pasien yang menjalani operasi rahang umumnya dapat menjalani aktivitas secara normal sekitar 1 bulan setelah operasi. Namun, pasien perlu kontrol rutin ke dokter setidaknya hingga 6 bulan setelah operasi.

Setelah operasi, kawat gigi dan retainer gigi akan tetap digunakan hingga beberapa tahun untuk menyempurnakan bentuk rahang dan menjaga agar posisi rahang tidak berubah.

Kanker Gusi, Kenali Gejala dan Cara Menanganinya

Kanker gusi terjadi ketika sel-sel gusi tumbuh di luar kendali. Jenis kanker ini sering kali tidak disadari karena gejalanya yang menyerupai radang gusi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai gejala kanker gusi agar langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kanker gusi merupakan bagian dari kanker mulut. Kanker ini biasanya terjadi pada orang dewasa di atas usia 50 tahun. Jika terlambat terdeteksi dan tidak segera diberi pengobatan, kanker gusi berpotensi menyebar ke seluruh mulut, tenggorokan, hingga kepala dan leher.

Penyebab Kanker Gusi dan Faktor Risikonya
Kanker gusi terbentuk sbobet mix parlay ketika sel gusi mengalami mutasi atau kelainan DNA. Mutasi ini menyebabkan sel terus tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini kemudian akan membentuk tumor pada gusi dan berkembang menjadi kanker.

Langkah Penanganan Kanker Gusi
Dalam mendiagnosis kanker gusi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada gusi dan mulut serta mengambil sampel sel gusi melalui prosedur biopsi untuk diuji di laboratorium.

Setelah kanker gusi terdiagnosis, dokter akan menentukan tingkat atau stadium kanker dengan melakukan tes lanjutan, termasuk endoskopi dan tes pencitraan seperti CT scan atau MRI.

Pengobatan kanker sbobet gusi bisa bervariasi, tergantung pada lokasi dan stadium kanker. Berikut ini adalah beberapa penanganan kanker gusi:

Operasi
Pengobatan kanker gusi yang utama adalah dengan operasi. Operasi kanker gusi bertujuan untuk mengangkat sel kanker sekaligus jaringan atau sel normal di sekitarnya untuk memastikan kanker benar-benar telah diangkat.

Radioterapi
Radioterapi biasanya digunakan sebagai terapi tambahan setelah operasi. Pengobatan ini dilakukan menggunakan sinar radiasi yang diarahkan ke sel-sel kanker. Dengan begitu, sel kanker bisa mati dan terangkat.

Kemoterapi
Kemoterapi juga bisa menjadi pengobatan kanker gusi. Pada kemoterapi, penderita kanker gusi perlu mengonsumsi obat yang dikhususkan untuk membunuh sel kanker.

Perlu diketahui bahwa dokter bisa merekomendasikan kombinasi pengobatan kanker gusi, misalnya operasi yang disertai dengan radioterapi atau kemoterapi untuk memaksimalkan pengobatan dan mencegah kanker datang kembali.