Arsip Kategori: Kesehatan

Permainan taruhan judi slot gacor terlengkap dengan bonus terbaik kami juga tawarkan untuk para member. Setiap player atau member yang bermain di sini akan bisa menikmati mudah hanya memperoleh kemenangan dari permainan taruhan slot. Mbak Ana juga ada berbagai penawaran menarik lainnya termasuk transaksi dengan menggunakan teknologi walet digital yang kekinian baik untuk permainan judi bola ataupun slot online. Proses transaksi yang bisa dilakukan tentunya bisa sangat murah dan terjangkau dengan minimum 10.000. Cukup dengan menggunakan modal itu, kamu sudah bisa memiliki kesempatan untuk bisa mulai bermain dan mencoba mengikuti taruhan judi online mahjong ways 2 ini.

Kenali Tremor Beserta Penyebab dan Cara Penanganannya

Tremor adalah gerakan seperti gemetar pada satu atau beberapa bagian tubuh. Meski terlihat ringan, tremor tidak bisa dianggap sepele sebab bisa menjadi tanda adanya penyakit yang serius. Ketahui apa saja penyebab tremor, agar kondisi ini dapat diantisipasi dan ditangani dengan tepat.

Tremor biasanya terjadi karena adanya gangguan di bagian otak yang mengendalikan pergerakan otot. Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan bisa terjadi secara berulang. Namun, tremor yang berulang dengan intensitas yang cukup sering, perlu Anda waspadai. Hal ini karena tremor bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa jenis tremor yang digolongkan berdasarkan gejala dan penyebabnya:

  1. Tremor Parkinson

Sesuai namanya, tremor jenis ini terjadi pada penderita penyakit Parkinson dan umumnya menyerang mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Tremor Parkinson biasanya berawal salah satu tungkai atau bagian tubuh tertentu dan akan menjalar ke bagian tubuh lainnya.

  1. Tremor esensial

Tremor esensial merupakan jenis tremor yang paling umum terjadi. Jenis tremor ini memiliki perkembangan yang relatif lambat dan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hingga akhirnya menjalar ke bagian tubuh lain.

Sebelumnya, tremor esensial dianggap tidak berkaitan dengan penyakit atau kondisi apa pun. Namun, beberapa studi terbaru menyebutkan bahwa tremor ini berkaitan dengan kondisi degenerasi serebelum, yaitu penurunan fungsi bagian otak yang mengontrol gerakan.

Gejala tremor esensial bisa bersifat ringan hingga berat, tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Gejalanya meliputi tangan gemetaran saat melakukan aktivitas, suara bergetar saat berbicara, dan sulit berjalan.

Gejala tersebut bisa semakin parah bila disertai stres, kelelahan, kelaparan, konsumsi kafein secara berlebihan, kebiasaan merokok, dan suhu ekstrem.

  1. Tremor serebelum

Jenis tremor ini terjadi akibat adanya kerusakan otak kecil atau serebelum. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh stroke, tumor, dan penyakit, misalnya multiple sclerosis. Selain itu, tremor serebelum juga dapat disebabkan oleh ketergantungan kronis pada alkohol dan pemakaian obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.

  1. Tremor distonik

Tremor distonik atau distonia adalah gangguan pergerakan ketika kontraksi otot terjadi terus-menerus sehingga menyebabkan gerakan berputar dan berulang. Pada penderita distonia, tremor bisa membaik bila melakukan istirahat total.

  1. Tremor ortotastik

Tremor ortostatik terjadi dalam waktu cepat dan ditandai oleh adanya kontraksi otot setelah berdiri dan akan mereda saat penderitanya duduk atau mulai berjalan. Banyak yang menganggap kondisi ini sebagai gangguan keseimbangan.

Waspadai Berbagai Penyakit Infeksi dari Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan terbukti dapat memberikan banyak manfaat bagi pemiliknya. Namun, Anda tetap perlu waspada karena ada penyakit infeksi dari hewan peliharaan yang dapat mengintai Anda dan keluarga. Dengan mengenali jenis penyakitnya, langkah pencegahan pun dapat Anda lakukan.

Beragam penelitian telah mengungkapkan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, di sisi lain, ada pula risiko yang dapat ditimbulkan, salah satunya penularan penyakit infeksi dari hewan peliharaan.

Berbagai Jenis Penyakit Infeksi dari Hewan Peliharaan

Ada beberapa penyakit infeksi dari hewan peliharaan yang dapat menular ke manusia dan penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

  1. Kurap

Seseorang dapat terkena kurap hanya dengan menyentuh hewan peliharaan yang terjangkit jamur penyebab kurap, yaitu jamur Dermatophytosis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam kulit berbentuk melingkar yang kering dan bersisik serta terasa gatal.

Kurap dapat dicegah dengan menjaga kebersihan serta melakukan perawatan diri. Selalu mencuci tangan setelah bermain dengan hewan peliharaan dan membersihkan area rumah yang sering dikunjungi hewan peliharaan menjadi salah satu cara menghindari kurap, baik kurap kering maupun basah.

Selain itu, bila hewan peliharaan Anda sering menggaruk tubuh, mengalami kerontokan bulu yang cukup parah, atau tampak kemerahan di kulitnya, Anda perlu memeriksakannya ke dokter hewan. Kondisi tersebut bisa jadi disebabkan oleh kurap.

  1. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang bisa menular dari hewan peliharaan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii dan sering kali tidak bergejala, sehingga penderitanya kerap tidak menyadari bahwa ia sedang terinfeksi.

Meski begitu, sebagian orang juga bisa mengalami gejala seperti flu ketika terinfeksi penyakit toksoplasmosis. Penyakit ini menjadi berbahaya bila dialami ibu hamil, sebab dapat menginfeksi janin dan menyebabkan keguguran atau cacat lahir.

Parasit Toxoplasma gondii biasanya ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkan wadah penampung kotoran hewan dan kandang hewan secara rutin, lalu segera mencuci tangan sesudahnya.

Bagi ibu hamil atau orang dengan sistem imun yang lemah, disarankan untuk tidak membersihkan kotoran dan kandang hewan.

  1. Rabies

Rabies adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyebar melalui gigitan anjing, kucing, sapi, kambing, kuda, musang, atau monyet, yang terinfeksi oleh virus penyebab rabies.

Gejala awal rabies pada manusia mirip seperti gejala flu ringan. Meski begitu, orang yang baru saja digigit oleh hewan apa pun yang diduga terinfeksi rabies harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Virus rabies dapat menginfeksi sistem saraf pusat. Jika terlambat mendapatkan pertolongan medis, virus ini dapat menyebabkan gangguan di otak yang berujung pada kematian.

  1. Infeksi bakteri Bartonella henselae

Sebagian orang beranggapan bahwa luka akibat gigitan dan cakaran kucing bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, bila tidak dibersihkan dan diobati, luka tersebut bisa saja memicu infeksi bakteri, misalnya bakteri Bartonella henselae.

Kucing membawa bakteri Bartonella henselae yang dapat ditularkan melalui cakaran atau gigitan pada kulit manusia. Seseorang yang terinfeksi bakteri ini akan menunjukkan tanda seperti luka yang membengkak dan bernanah, demam, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.

Tidak hanya bakteri Bartonella henselae, bakteri-bakteri lain juga dapat menginfeksi luka melalui gigitan atau cakaran hewan. Oleh karena itu, segeralah cuci bersih daerah luka tersebut dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah infeksi.

Selain keempat penyakit yang telah disebutkan, ada pula penyakit infeksi lain dari hewan peliharaan, yaitu leptospirosis, salmonellosis, atau penyakit Pes.

Itulah berbagai penyakit infeksi dari hewan peliharaan yang harus Anda waspadai. Menjaga kebersihan diri, hewan, dan lingkungan menjadi salah satu cara mencegah penyebaran penyakit infeksi dari hewan peliharaan ke manusia.

Ketidaknyamanan Saat Kehamilan Trimester 2 yang Umum Dirasakan

Ada beberapa ketidaknyamanan yang bisa dirasakan oleh ibu hamil saat kehamilan memasuki trimester 2. Rasa tidak nyaman ini bisa disebabkan oleh perubahan yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil.

Trimester kedua kehamilan berlangsung slot bonus new member 100 mulai dari minggu ke-13 hingga minggu ke-28. Di periode ini, ibu hamil biasanya sudah lebih bertenaga. Berbagai keluhan, seperti mual dan muntah, umumnya juga sudah berkurang atau bahkan hilang.

Meski sudah mulai merasa bertenaga, ada beberapa keluhan yang masih kerap muncul dan membuat ibu hamil tidak nyaman, di antaranya:

  1. Pusing

Pusing merupakan keluhan yang sering terjadi selama kehamilan, termasuk saat memasuki trimester 2. Hal ini karena adanya perubahan sirkulasi darah saat hamil.

Untuk mengatasinya, Bumil disarankan untuk langsung duduk dan beristirahat saat rasa pusing muncul. Untuk mencegah pusing, cukupi kebutuhan cairan dengan perbanyak minum air putih, hindari berdiri terlalu lama, serta bangun secara perlahan-lahan setelah duduk atau berbaring.

  1. Hidung tersumbat

Saat hamil, perubahan hormon dapat memicu membengkaknya membran pada hidung. Pembengkakan ini akan membuat hidung tersumbat.

Untuk mengatasi keluhan ini, Bumil bisa melakukan penanganan alami, seperti membilas hidung dengan larutan saline (saline drop) atau memasang alat pelembap udara di dalam ruangan. Kedua cara ini dinilai aman untuk mengatasi hidung tersumbat saat hamil.

Jika hidung tersumbatnya cukup mengganggu dan Bumil ragu untuk menggunakan larutan salin, sebaiknya berkonsultasi ke dokter dulu, ya.

  1. Masalah pada gigi dan gusi

Peningkatan sirkulasi darah ke gusi selama kehamilan bisa membuat gusi menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah. Selain itu, muntah yang berlebihan selama kehamilan juga bisa merusak lapisan terluar gigi (enamel) dan meningkatkan risiko terjadinya gigi berlubang.

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk menggunakan sikat gigi berbulu halus dan menyikat gigi secara perlahan. Selain itu, jangan lupa lakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin agar kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan tetap terjaga.

  1. Perubahan kulit

Saat memasuki kehamilan trimester 2, Bumil jangan kaget melihat perubahan pada kulit, seperti muncul noda hitam pada wajah dan garis-garis kemerahan di perut. Kondisi ini terjadi karena produksi melanin yang meningkat akibat perubahan hormon saat kehamilan.

Selain pengaruh hormonal, kemunculan noda hitam dan garis kemerahan ini juga bisa dipicu oleh paparan sinar matahari.

Nah, karenanya, Bumil disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Jika ingin melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang hari, jangan lupa menggunakan pelindung, seperti payung dan topi, serta mengoleskan tabir surya ke kulit.

  1. Kram kaki

Selama trimester 2, mungkin Bumil akan merasakan kram kaki, khususnya di malam hari. Ada beragam faktor yang dapat menyebabkan keluhan ini, mulai dari perubahan hormon, perubahan berat badan, dehidrasi, hingga kelelahan.

Maka dari itu, sebelum tidur, lakukanlah peregangan pada otot-otot betis guna mencegah munculnya keluhan ini. Bumil juga bisa mengatasinya dengan merendam kaki dalam air hangat atau memijat kaki secara perlahan.

  1. Sakit punggung
    Seiring bertambahnya usia kehamilan, pertambahan ukuran perut dan kenaikan berat badan dapat menyebabkan nyeri punggung pada ibu hamil. Hal ini karena tulang belakang harus menopang beban tubuh ibu hamil dan janin.

Untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat sakit punggung saat kehamilan, Bumil bisa mengikuti beberapa program latihan senam atau latihan fisik khusus yang dapat digunakan untuk menguatkan tulang belakang dan perut.

Tips Menjalani Kehamilan Sehat bagi Penderita Lupus

Apakah menderita lupus saat hamil bisa membahayakan kondisi janin dalam kandungan? Sebenarnya, dengan perencanaan dan pengobatan yang tepat, lupus saat hamil bisa dikontrol untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi yang dapat mengganggu kehamilan.

Lupus adalah penyakit peradangan kronis akibat gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem imun penderitanya menyerang sel, jaringan, atau organ tubuhnya sendiri. Normalnya, sistem imun bertugas melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit. Akan tetapi, sistem imun penderita lupus justru menyerang sel-sel tubuhnya yang sehat.

Menderita lupus saat hamil juga dapat memengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan dan meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

Ibu hamil yang menderita lupus juga berisiko menurunkan penyakit tersebut ke bayi yang dilahirkan. Hal ini dikarenakan penyakit lupus bersifat turunan. Itulah alasannya mengapa risiko terkena lupus akan semakin besar bila ada anggota keluarga yang pernah menderita lupus atau penyakit autoimun lainnya.

Kondisi ketika bayi terlahir dengan penyakit lupus disebut neonatal lupus. Bayi yang terkena lupus dapat mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan pada jantung dan hati, masalah pada kulit, dan kekurangan darah.

Hingga saat ini, penyebab penyakit lupus masih belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik, gangguan hormon, dan penggunaan obat-obatan tertentu diduga dapat meningkatkan risiko lupus.

Selain faktor genetik atau riwayat penyakit lupus di keluarga keluarga, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko penyakit lupus, antara lain penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit infeksi, dan masalah hormon.

Tips Menjalani Kehamilan Sehat bagi Penderita Lupus
Wanita yang memiliki penyakit lupus dan berencana untuk hamil disarankan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat berkonsultasi, dokter akan memberikan saran terkait langkah apa yang perlu dilakukan untuk menjalani kehamilan yang sehat.

Biasanya, dokter akan memberikan pengobatan lupus untuk mencegah kekambuhan gejala dan meringankan keparahan penyakit lupus.

Jika setelah 6 bulan pengobatan tidak terjadi kekambuhan penyakit lupus dan hasil pemeriksaan kesehatan baik, maka dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk memulai program hamil.

Meski memiliki penyakit lupus, Anda tetap bisa mewujudkan kehamilan sehat dengan beberapa tips berikut ini:

  1. Lakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin

Setelah hamil, Anda diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan secara berkala. Karena memiliki penyakit lupus saat hamil, Anda mungkin akan disarankan untuk kontrol ke dokter kandungan lebih sering. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi Anda dan janin dalam keadaan sehat.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter reumatologi setidaknya satu kali tiap trimester. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi penyakit lupus saat hamil.

  1. Konsumsi obat sesuai anjuran dokter

Selama masa kehamilan, Anda tetap perlu mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah kekambuhan dan mengontrol penyakit lupus. Namun jenis dan dosis obat yang dikonsumsi mungkin akan berbeda dengan obat-obatan lupus yang dikonsumsi sebelum hamil.

Pada trimester pertama, dokter mungkin akan menghentikan pemberian obat lupus atau memberikannya dalam dosis kecil. Hal ini guna mencegah terjadinya gangguan pada janin.

Setelah usia kehamilan memasuki trimester kedua, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan, seperti hydroxychlroquine, azatioprin, dan kortikosteroid, dalam dosis rendah untuk mengendalikan penyakit lupus selama kehamilan.

Selama menggunakan obat-obatan ini, Anda perlu rutin memeriksakan diri ke dokter sesuai jadwal untuk memastikan bahwa obat-obatan tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin.

  1. Terapkan pola hidup sehat

Mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, mengurangi stres, dan rutin melakukan olahraga saat hamil juga merupakan langkah penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Selain itu, hindari pula kebiasan buruk, seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Ketuban Pecah Dini, Faktor Risiko dan Penanganannya

Ketuban pecah dini terjadi ketika kehamilan belum berusia 37 minggu. Kondisi yang dapat membahayakan ibu maupun bayi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Penanganannya pun perlu disesuaikan dengan usia kandungan ketika ketuban pecah.

Air ketuban adalah cairan di dalam kantong yang mengelilingi janin di dalam rahim. Dalam kondisi normal, kantong ketuban akan pecah tepat sebelum persalinan. Namun, ada kalanya ketuban pecah lebih cepat dari waktu yang seharusnya atau yang dikenal dengan ketuban pecah dini.

Penanganan ketuban pecah dini biasanya akan disesuaikan dengan usia kehamilan, kondisi janin di dalam kandungan, dan kondisi kesehatan ibu.

Berikut ini adalah beberapa penanganan yang akan dilakukan dokter berdasarkan saat terjadinya ketuban pecah dini:

  1. Usia kehamilan kurang dari 23 minggu

Jika ketuban pecah dini sebelum kandungan berusia 23 minggu, maka dokter perlu mengevaluasi kondisi ibu dan janin untuk menentukan apakah kehamilan berisiko tinggi untuk tetap dipertahankan.

Kecil kemungkinan bayi yang lahir di usia kandungan ini untuk bisa bertahan hidup. Jika mampu, mereka cenderung akan memiliki cacat mental atau fisik.

Pada ketuban pecah dini di usia kehamilan yang masih sangat muda ini, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan pelemas rahim dan cairan ketuban tambahan (amnioinfusi).

  1. Usia kehamilan 23–34 minggu

Jika ketuban pecah dini di usia kandungan ini, biasanya dokter akan menyarankan untuk menunda kelahiran agar janin dalam kandungan memiliki cukup waktu untuk tumbuh dan berkembang.

Ibu hamil akan diberikan obat antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat kortikosteroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin.

  1. Usia kehamilan 34–37 minggu

Dokter kemungkinan akan menyarankan induksi persalinan agar bayi lahir beberapa minggu lebih awal jika ketuban pecah dini. Hal ini dilakukan guna menghindari bayi terkena infeksi.

  1. Usia kehamilan lebih dari 37 minggu

Jika ketuban pecah dini terjadi saat usia kehamilan sudah melewati 37 minggu, janin dalam kandungan perlu segera dilahirkan. Semakin lama proses persalinan dilakukan, semakin besar peluang ibu hamil dan janin terkena infeksi.

Ibu hamil yang berisiko mengalami ketuban pecah dini seperti yang telah disebutkan di atas, dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya ketuban pecah dini serta komplikasi yang dapat ditimbulkannya.

Tindakan yang Dilakukan oleh Dokter Mata Ahli Rekonstruksi

Dokter mata ahli rekonstruksi adalah dokter yang memiliki keahlian khusus dalam menangani kelainan atau gangguan pada struktur dan fungsi mata, serta area sekitarnya. Area tersebut meliputi kelopak mata, tulang dan rongga mata, saluran air mata, dahi, serta bagian tengah wajah.

Untuk menjadi dokter mata ahli rekonstruksi, seorang dokter umum harus menempuh pendidikan spesialis mata terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, barulah dokter tersebut dapat melanjutkan pendidikan subspesialisasi di bidang bedah rekonstruksi mata.

Dokter mata ahli rekonstruksi dapat memberikan konsultasi, mendiagnosis penyakit, dan menentukan penanganan kepada pasien yang mengalami gangguan pada mata. Penanganan tersebut bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau dengan tindakan medis, misalnya operasi.

Berikut ini adalah beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan oleh dokter mata ahli rekonstruksi:

Blefaroplasti
Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk kelopak mata. Operasi kelopak mata atau blefaroplasti umumnya dilakukan dengan cara menghilangkan atau memperbaiki posisi kulit dan jaringan lemak di sekitar kelopak mata.

Operasi ini sering kali dilakukan untuk memperbaiki penampilan pasien, misalnya karena bentuk kelopak mata tidak simetris atau kelopak mata tampak kendur. Namun, selain untuk alasan kecantikan, operasi kelopak mata juga bisa dilakukan untuk menangani gangguan pada kelopak mata, seperti ektropion dan entropion.

Operasi pengencangan alis
Operasi pengencangan alis merupakan salah satu jenis operasi plastik yang dapat dilakukan oleh dokter mata ahli rekonstruksi. Operasi ini bertujuan untuk mengangkat dan meratakan alis serta menghilangkan keriput atau kendur di dahi.

Operasi perbaikan ptosis
Prosedur perbaikan ini dilakukan berdasarkan penyebab utama ptosis. Ptosis sendiri disebabkan oleh kelainan saraf atau otot mata yang berfungsi untuk mengatur proses membuka dan menutupnya kelopak mata.

Dalam menangani ptosis, dokter dapat melakukan operasi pada mata guna mengencangkan otot mata atau memperbaiki saraf pada mata.

Dacriocystorhinostomy (DCR)
DCR bertujuan untuk memperbaiki saluran air mata yang tersumbat dan membuat air mata pasien dapat mengalir dengan lancar. Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan di sisi hidung atau bisa juga dengan endoskopi.

Operasi pengangkatan mata
Operasi pengangkatan mata umumnya dilakukan untuk mengangkat jaringan mata yang sudah rusah parah dan tidak dapat diperbaiki, misalnya akibat tumor atau kanker mata serta infeksi berat atau cedera parah pada mata. Operasi pengangkatan mata bisa dilakukan dengan dua teknik, yaitu eviserasi dan enukleasi.

Eviserasi dilakukan dengan mengangkat kornea dan bagian dalam bola mata, tetapi bagian putih mata (sklera) masih dipertahankan. Sementara itu, enukleasi merupakan pengangkatan seluruh mata, termasuk sklera.

Setelah mata pasien diangkat, dokter mungkin akan melakukan pemasangan mata pengganti atau prostetik untuk memperbaiki penampilan pasien. Namun, mata prostetik ini tidak dapat mengembalikan fungsi penglihatan yang sudah rusak.

Selain tindakan bedah atau operasi, dokter mata ahli rekonstruksi juga bisa melakukan tindakan medis lain seperti memberikan suntikan botox pada otot kelopak mata dan pencabutan bulu mata atau epilasi. Tindakan epilasi ini bisa dilakukan pada kasus trichiasis.

Perubahan Gairan Seksual Wanita Menopause

Gairah seksual wanita menopause berbeda-beda. Ada wanita yang gairah seksualnya mengalami penurunan, ada pula yang gairahnya tetap terjaga atau justru meningkat begitu memasuki masa menopause.

Menopause merupakan kondisi yang ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi. Menopause memengaruhi produksi hormon dalam tubuh, sehingga gairah seksual wanita menopause juga dapat mengalami perubahan.

Memahami Penyebab Perubahan Gairah Seksual Wanita Menopause
Perubahan gairah seksual wanita menopause umumnya disebabkan perubahan kadar hormon dalam tubuh. Saat menopause, kadar hormon estrogen yang memegang peranan penting terhadap fungsi seksual akan mengalami penurunan. Efeknya, wanita menopause lebih sulit untuk terangsang dan mengalami orgasme.

Menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita menopause juga menurunkan aliran darah yang mengalir ke vagina. Efeknya, terjadi penurunan produksi cairan pelumas vagina yang menyebabkan vagina menjadi kering. Kondisi ini membuat hubungan seksual terasa menyakitkan, sehingga membuat wanita menopause enggan untuk melakukan hubungan seksual.

Selain karena perubahan hormon, penurunan gairah seksual wanita menopause juga bisa disebabkan oleh depresi, stres, kecemasan, gangguan tidur, dan gangguan kesehatan tertentu.

Keluhan gairah seksual yang menurun setelah menopause dialami oleh sebagian besar wanita. Namun, ada pula yang gairah seksualnya justru meningkat begitu memasuki masa menopause.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor psikis, misalnya karena wanita menopause tidak perlu lagi mencemaskan kehamilan yang tidak diinginkan dan sebagian besar wanita menopause sudah tidak lagi memikul tanggung jawab untuk membesarkan anak. Hal ini menyebabkan wanita menopause menjadi lebih santai dan menikmati hubungan intim dengan pasangannya.

Mengatasi Perubahan Gairah Seksual Wanita Menopause

Untuk mengatasi perubahan gairah seksual yang terjadi pada wanita menopause, terutama penurunan gairah seks, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Menggunakan cairan pelumas

Jika penurunan gairah seksual disebabkan oleh vagina kering, Anda dapat menggunakan pelumas agar hubungan seks menjadi lebih nyaman. Namun, hindari penggunaan pelumas yang berbahan dasar minyak (oil-based).

  1. Melakukan olahraga dengan rutin

Olahraga rutin bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Suasana hati yang baik diyakini bisa meningkatkan gairah seksual wanita menopause.

  1. Menjalin komunikasi dengan pasangan

Penurunan gairah seksual wanita menopause bisa disebabkan oleh kurangnya komunikasi dengan pasangan. Oleh karena itu, bicarakan apa yang Anda dan pasangan inginkan agar hubungan seksual jadi lebih menyenangkan.

  1. Menjalani terapi hormon

Sebagian wanita memilih untuk melakukan terapi hormon estrogen untuk membantu meningkatkan gairah seksualnya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui terapi hormon dan pengobatan yang dapat meningkatkan gairah seksual serta mengatasi beragam gangguan kesehatan yang muncul saat menopause.

Nah, untuk Anda yang gairah seksualnya justru meningkat saat menopause, jangan berpaku pada hubungan seksual saja. Ada banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menjalin keintiman dengan pasangan, seperti berkencan, jalan-jalan, atau makan malam yang romantis.