Arsip Kategori: Gaya Hidup

Menyajikan berita gaya hidup terbaru, berita fashion style Indonesia dan dunia.

Fermentasi Asam Laktat, Mengenal Proses dan Makanan yang Dihasilkan

Fermentasi asam laktat merupakan salah satu metode untuk mengawetkan makanan. Yoghurt, acar, dan kimchi adalah contoh makanan yang dibuat melalui metode fermentasi ini. Untuk mengetahui lebih jauh proses dan jenis makanan hasil fermentasi laktat, simak penjelasannya di bawah ini.

Proses fermentasi asam laktat menggunakan bakteri penghasil asam laktat, seperti bakteri Lactobacillus, L. plantarum, L. casei, L. paracasei, dan L. rhamnosus, serta beberapa jenis ragi.

Fermentasi asam laktat yang memanfaatkan mikroorganisme baik tersebut biasanya dilakukan untuk mengolah beberapa jenis makanan, mulai dari susu, biji-bijian, hingga buah dan sayuran.

Proses dan Kegunaan Fermentasi Asam Laktat
Cara paling sederhana untuk melakukan fermentasi asam laktat adalah dengan mencuci makanan yang mengandung bakteri asam laktat alami, seperti kol atau mentimun, lalu merendamnya di dalam air garam. Setelah itu, makanan tersebut disimpan di dalam wadah bersih yang tertutup rapat.

Bakteri asam laktat kemudian akan memecah gula dalam makanan menjadi asam laktat dan karbon dioksida. Zat tersebut membuat oksigen di dalam wadah berkurang dan membuat makanan menjadi asam, sehingga mendukung pertumbuhan bakteri penghasil asam laktat sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur berbahaya penyebab penyakit.

Setelah itu, makanan yang terfermentasi biasanya disimpan di tempat yang dingin untuk memperlambat fermentasi lebih lanjut dan mencegah pembusukan. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan fermentasi asam laktat berkisar dari beberapa hari hingga beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Makanan Hasil Fermentasi Asam Laktat

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dihasilkan dari proses fermentasi asam laktat:

  1. Kimchi

Kimchi adalah makanan tradisional asal Korea yang terbuat dari sayuran yang difermentasi oleh bakteri Lactobacillus kimchii. Sayuran yang umum diolah menjadi kimchi adalah sawi putih, lobak, daun perilla, dan mentimun. Namun, ada ratusan jenis sayuran yang juga bisa diolah sebagai kimchi.

Makanan hasil fermentasi asam laktat ini tak hanya lezat dan menggugah selera, namun juga baik untuk kesehatan. Tak hanya itu, kimchi diketahui dapat melancarkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, memperlambat penuaan, hingga menjaga kesehatan jantung dan otak.

  1. Tempe

Fermentasi asam laktat juga berperan penting dalam produksi tempe. Tempe merupakan makanan hasil fermentasi dari kacang kedelai oleh bakteri Lactobacillus plantarum dan jamur Rhizopus oligosporus.

Tempe mengandung protein dan vitamin B12 yang diperoleh dari proses fermentasi. Makanan khas Indonesia ini dinilai baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, memelihara kesehatan dan fungsi jantung, menguatkan tulang, serta menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

  1. Miso

Miso merupakan bumbu makanan Jepang yang dihasilkan oleh fermentasi jamur Aspergillus oryzae dan Lactobacilli acidophilus pada kacang kedelai. Miso memiliki rasa yang asin dan gurih.

Makanan yang umum dikonsumsi sebagai sup ini juga memiliki manfaat untuk kesehatan, yaitu mengurangi risiko terjadinya kanker dan stroke serta dapat meningkatkan kesehatan jantung dan otak.

  1. Yoghurt

Yoghurt adalah makanan dengan kandungan probiotik yang terbuat dari susu yang difermentasi dengan bakteri asam laktat. Yoghurt memiliki rasa yang asam. Meski diolah dari susu, yoghurt tetap aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi laktosa.

Makanan hasil fermentasi susu ini diduga dapat menyembuhkan diare akibat infeksi bakteri di saluran pencernaan, meringankan gejala irritable bowel syndrome, meningkatkan kesehatan dan kekuatan tulang, serta menjaga tekanan darah tetap stabil.

  1. Acar

Acar umumnya terbuat dari mentimun yang difermentasi dalam campuran air dan garam selama beberapa waktu dan terasa asam. Rasa asam pada acar timbul karena bakteri asam laktat yang tumbuh secara alami.

Selain kaya akan bakteri probiotik, acar adalah sumber vitamin K dan rendah kalori. Meski demikian, acar yang dibuat menggunakan cuka tidak mengandung bakteri probiotik hidup.

Tak Hanya Lezat, Kimchi Juga Bisa Membuat Kita Sehat

Saat ini, banyak beredar makanan khas Korea di pasaran. Salah satu makanan yang paling terkenal dari negara ginseng ini adalah kimchi. Tidak hanya dikenal dengan rasanya yang lezat dan segar, kimchi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, lho!

Kimchi adalah makanan khas Korea yang dibuat dari sayuran, seperti kubis, daun perilla, atau lobak, yang dicampur dengan bawang putih, garam, cuka, cabai, jahe, dan bumbu lainnya. Kombinasi bahan-bahan ini kemudian difermentasikan dan bisa disantap bersama nasi atau mi.

Manfaat Kimchi bagi Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari menyantap kimchi:

  1. Memenuhi kebutuhan harian vitamin dan mineral

Kubis merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kimchi. Sayuran ini banyak mengandung vitamin B6, vitamin C, vitamin K, serat, dan folat. Selain itu, kubis juga mengandung beragam mineral, seperti kalsium, kalium, mangan, dan magnesium.

Tak hanya kubis, vitamin dan mineral juga terkandung dalam sayuran atau bahan lain yang digunakan sebagai bumbu kimchi, misalnya bawang putih dengan kandungan mangan yang tinggi, cabai yang mengandung vitamin B6, dan daun bawang yang kaya vitamin K.

  1. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Kimchi banyak mengandung bakteri baik yang disebut Lactobacillus. Bakteri ini mampu menjaga fungsi sistem pencernaan. Bukan hanya itu, bakteri baik juga berperan dalam proses metabolisme nutrisi dan obat-obatan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah infeksi virus dan bakteri. Karbohidrat kompleks yang terdapat pada sayuran kimchi juga dapat menjadi makanan untuk bakteri baik.

  1. Mencegah sembelit

Kandungan serat dalam sayuran kimchi dan bakteri baik hasil fermentasi kimchi dapat membantu mencegah sembelit dan melancarkan buang air besar.

  1. Mengobati infeksi virus, bakteri, dan jamur

Bakteri baik yang terkandung dalam kimchi dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu melawan kuman, termasuk Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan kanker lambung dan virus avian influenza yang menyebabkan flu burung.

  1. Menjaga berat badan

Sayur yang digunakan pada kimchi tentunya rendah kalori. Dalam 100 gram kimchi, hanya terdapat sekitar 18 kkal. Oleh sebab itu, kimchi dapat dijadikan sebagai salah satu menu makanan untuk menurunkan atau menjaga berat badan ideal.

Tak hanya itu, bahan lain yang terkandung dalam kimchi, seperti cabai merah dan bawang putih, juga terbukti dapat meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran energi, sehingga membantu menurunkan berat badan.

Cara Menghentikan Procrastination agar Lebih Produktif dalam Bekerja

Procrastination adalah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas. Kebiasaan ini kerap dilakukan oleh sebagian orang, baik disengaja maupun tidak. Agar tidak banyak waktu yang terbuang percuma, ada beberapa cara menghentikan kebiasaan ini.

Ada berbagai alasan mengapa procrastination mendominasi saat dihadapkan pada pekerjaan atau tugas tertentu, mulai dari rasa tidak mood untuk melakukannya, tidak tahu mana yang harus dilakukan lebih dulu, burnout, atau bahkan mungkin depresi.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau procrastination ini umumnya dilakukan oleh seseorang untuk memberikan rasa lega yang bersifat sementara. Namun, rasa lega ini nantinya akan tergantikan dengan rasa cemas, karena banyak hal yang belum terselesaikan.

Cara Menghentikan Procrastination

Ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghentikan kebiasaan procrastination, di antaranya:

  1. Lakukan pekerjaan apa adanya

Seorang perfeksionis biasanya takut jika apa yang dilakukannya tidak sempurna, karena ingin selalu menjadi yang terbaik tanpa kesalahan sedikit pun. Inilah yang membuat mereka kerap memiliki kebiasaan procrastination.

Namun, ingatlah selalu bahwa melakukan pekerjaan secara apa adanya (quiet quitting) lebih baik dibandingkan ingin sempurna, tetapi justru tidak selesai. Bila merasa belum puas dengan hasil kerja, Anda bisa memperbaiki kualitasnya secara bertahap untuk ke depannya.

  1. Hentikan kebiasaan bekerja di saat-saat terakhir

Jika Anda tipe orang yang meyakini bahwa kinerja terbaik adalah saat di bawah tekanan, buktikanlah. Namun, bila kebiasaan procrastination ini justru membuat Anda stres dan hasil kerja menjadi buruk, hentikan kebiasaan ini sekarang juga.

Akan lebih baik bila Anda memulai pekerjaan sesuai jadwal atau bahkan lebih cepat. Dengan demikian, Anda bisa menentukan pekerjaan apa saja yang harus didahulukan dan siap untuk menerima pekerjaan selanjutnya.

Selain itu, Anda pun bisa terhindar dari stres, karena tidak ada tekanan terus-menerus dari pekerjaan yang menumpuk.

  1. Cobalah berteman dengan orang-orang yang positif

Salah satu cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan procrastination adalah memiliki teman atau rekan kerja yang positif. Tak hanya membantu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan, berteman dengan orang yang positif juga dapat membuat diri Anda lebih baik.

  1. Buat pengingat sebagai penentu prioritas pekerjaan

Anda bisa membuat membuat pengingat yang berfungsi sebagai penentu prioritas pekerjaan, baik menggunakan pesan tempel maupun aplikasi pengingat di ponsel. Dengan demikian, Anda bisa menentukan pekerjaan mana yang perlu diselesaikan lebih dulu.

Di samping itu, jangan menyepelekan tugas atau pekerjaan yang terlihat ringan. Bila menganggap remeh dan menundanya, Anda hanya akan menumpuk pekerjaan. Bila terus menunda-nunda pekerjaan, Anda bisa merasa cemas karena dihantui oleh kewajiban yang terbengkalai.

  1. Tentukan target pekerjaan setiap harinya

Berikan target pada diri sendiri dan paksa diri menghabiskan waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas. Jauhkan diri dari berbagai hal yang dapat mengalihkan atau mengganggu fokus, seperti ponsel.

Anda pun bisa mengapreasiasi diri dengan merencanakan sesuatu setelah pekerjaan selesai. Misalnya, bertemu teman atau berbelanja setelah pulang kantor. Dengan demikian, Anda akan lebih semangat menyelesaikan pekerjaan.

Manfaat Daun Perilla untuk Kesehatan

Penikmat hidangan Korea mungkin sudah tidak asing dengan daun perilla yang kerap dinikmati bersama dengan daging panggang. Tak hanya sebagai penambah cita rasa makanan, daun perilla juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, mulai dari mengatasi alergi hingga meredakan asma.

Daun perilla dikenal juga dengan sebutan daun basil Tiongkok karena telah dibudidayakan di negeri tersebut sejak 2.000 tahun yang lalu. Daun perilla umum digunakan sebagai ramuan obat atau bahan makanan. Daun ini memiliki perpaduan rasa antara daun mint dan daun basil dengan sedikit rasa pahit.

Daun perilla kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Selain itu, daun perilla juga mengandung berbagai mineral, seperti kalsium, magnesium, dan kalium, serta beragam senyawa, mulai dari antioksidan, antibakteri, antijamur, antiperadangan, antialergi, hingga antitumor.

Manfaat Daun Perilla untuk Kesehatan

Secara tradisional, daun perilla sering digunakan untuk mengobati asma, batuk, dan pilek. Tak hanya itu, masih banyak manfaat daun perilla bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah berbagai manfaat daun perilla:

  1. Meredakan asma

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kimia dalam daun perilla bermanfaat untuk menghambat produksi senyawa yang memicu serangan asma dan meningkatkan fungsi paru. Selain itu, daun ini juga diduga dapat mengatasi pilek, mengencerkan dahak, serta melegakan tenggorokan.

  1. Menurunkan risiko penyakit kanker

Daun perilla mengandung senyawa antioksidan dan asam lemak omega-3 yang diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker, seperti kanker usus besar. Sejumlah bahan kimia dalam daun perilla juga diketahui dapat membantu tubuh melawan sel kanker.

  1. Mencegah munculnya reaksi alergi

Studi membuktikan bahwa ekstrak daun perilla bermanfaat untuk menghambat munculnya reaksi alergi, seperti dermatitis atopik atau asma. Ekstrak daun perilla juga diduga kuat bisa menghentikan produksi bahan kimia tubuh yang memicu respons alergi dan peradangan.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Selain asam lemak omega-3, daun perilla juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda omega-6 dan omega-9. Asam lemak ini diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah rheumatoid arthritis.

  1. Melawan bakteri dalam tubuh

Daun perilla diketahui menunjukkan aktivitas antimikroba yang dapat melawan bakteri penyebab gigi berlubang. Aktivitas antimikroba daun perilla ini juga terbukti dapat mematikan racun yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, yaitu bakteri yang terdapat di kulit dan hidung.

Selain beberapa manfaat di atas, daun perilla diketahui juga dapat meningkatkan memori otak dan fungsi sistem imun, mengatasi sembelit, menjaga kesehatan lambung, mengurangi kejang otot, bahkan mengatasi depresi dan kecemasan.

Daftar Obat Cacing untuk Dewasa

Ada beberapa obat cacing untuk dewasa yang bisa dipilih guna mengobati infeksi cacing pada orang dewasa. Pasalnya, tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa juga bisa menderita cacingan kalau tidak rajin cuci tangan dan sering makan sembarangan.

Infeksi cacing adalah salah satu jenis penyakit infeksi yang masih banyak terjadi di Indonesia. Penyakit ini bisa mudah terjadi jika seseorang tidak menjaga kebersihan lingkungan (sanitasi) atau kurang membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat.

Beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan penyakit cacingan mudah menjangkiti tubuh adalah jarang atau malas mencuci tangan, tidak mencuci sayur dan buah hingga bersih sebelum mengonsumsinya, atau mengonsumsi makanan yang dimasak kurang matang.

Ketika masuk ke dalam tubuh, cacing parasit dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kekurangan nutrisi, kurang darah atau anemia, hingga sumbatan pada usus dan saluran pernapasan.

Daftar Obat Cacing untuk Orang Dewasa
Cacingan dapat diobati dengan mengonsumsi obat cacing. Obat cacing terbagi menjadi beberapa jenis dengan kandungan yang disesuaikan untuk mengobati infeksi dari jenis cacing yang berbeda.

Beberapa jenis obat cacing untuk dewasa yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit cacingan adalah:

  1. Mebendazole

Mebendazole digunakan untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk. Pengobatan cacingan ini tersedia dalam bentuk tablet dan cair. Meskipun obat ini dapat membunuh cacing dewasa, tetapi mebendazole tidak dapat membasmi telur cacing..

Obat cacing mebendazole dapat diperoleh melalui resep dokter. Saat mengonsumsinya, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan yang disarankan oleh dokter. Selain itu, obat cacing ini juga tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil, menyusui, dan anak berusia di bawah 2 tahun.

  1. Albendazole

Albendazole digunakan untuk mengobati cacingan yang disebabkan cacing pita. Obat ini ada yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah atau tablet minum, dan hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.

Obat cacing albendazole bekerja dengan cara menghambat metabolisme cacing, sehingga cacing tidak dapat memperoleh energi. Agar bisa diserap dengan baik oleh tubuh, albendazole disarankan untuk dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak.

  1. Pirantel pamoat

Obat cacing pirantel pamoat digunakan untuk mengobati infeksi cacing gelang dan cacing kremi. Obat ini dapat dibeli bebas tanpa resep dokter. Saat menggunakannya, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan dan dosis pemakaian sesuai yang tertera pada kemasan produk.

Meski obat ini bisa dibeli secara bebas, pirantel tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui, anak berusia di bawah 2 tahun, atau orang yang memiliki gangguan fungsi hati, kecuali atas petunjuk dokter.

  1. Ivermectin

Ivermectin merupakan obat cacing untuk mengobati infeksi cacing gelang. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Agar dapat bekerja dengan baik, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat cacing ivermectin dalam keadaan perut kosong atau sebelum makan.

  1. Praziquantel

Praziquantel digunakan untuk mengobati infeksi cacing yang hidup di dalam aliran darah, saluran penceranan, atau hati. Praziquantel tersedia dalam bentuk tablet dan hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dan resep dokter.

Secara umum, obat cacing untuk dewasa juga dapat diberikan untuk anak-anak. Meski demikian, perhatikan batas usia pemberian. Obat cacing untuk anak jenis tertentu tidak boleh diberikan bila anak berusia kurang dari 2 tahun.

Manfaat Minyak Grapefruit untuk Kesehatan

Minyak grapefruit bukanlah minyak yang berasal dari buah anggur seperti anggapan banyak orang, melainkan dari jeruk bali merah. Meski belum terlalu populer, manfaat minyak grapefruit tidak kalah baik dari minyak esensial lainnya, lho.

Minyak grapefruit terbuat dari ekstrak kulit jeruk bali merah yang diperoleh dengan metode cold press, yaitu teknik perasan bertekanan tinggi dengan mesin hidrolik. Jeruk bali merah yang telah diproses menjadi minyak esensial dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan fisik maupun mental.

Berikut ini adalah beberapa manfaat minyak grapefruit yang dapat diperoleh:

  1. Menurunkan berat badan

Minyak aromaterapi grapefruit bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Menghirup uap dari minyak ini selama 15 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu, dipercaya bisa menurunkan nafsu makan. Dengan begitu, porsi makan berkurang dan berat badan pun menurun.

Manfaat ini berasal dari kandungan limonene, yaitu komponen dalam kulit buah jeruk yang bisa memengaruhi kerja saraf vagus di saluran pencernaan. Saraf inilah yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

  1. Mencegah infeksi bakteri

Minyak grapefruit mengandung gamma terpinene dan alpha terpineol yang bersifat antibakteri. Kandungan ini diketahui efektif untuk membunuh bakteri Escherichia coli dan Helicobacter pylori yang menyebabkan gangguan pencernaan.

Efek antibakteri pada minyak grapefruit juga bisa mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, yaitu bakteri penyebab penyakit kulit, dan Enterococcus faecalis, yakni bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Meski begitu, studi tentang khasiat minyak grapefruit ini masih terbatas pada uji coba di laboratorium. Jadi, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui cara pemakaian yang tepat pada manusia dan efektivitasnya.

  1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Minyak esensial dari kulit jeruk bali merah juga bisa menurunkan tekanan darah dan menjaganya agar tetap normal. Ini karena kandungan limonene dalam minyak grapefruit bisa mengurangi produksi hormon kortisol.

Hormon kortisol dikenal juga sebagai hormon stres yang dapat meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, dan denyut jantung.

  1. Mengatasi kecemasan

Pada dasarnya, penggunaan aromaterapi dipercaya dapat memberikan efek menenangkan sehingga kerap digunakan untuk mengatasi kecemasan.

Meski belum banyak penelitian yang secara spesifik membahas tentang keterkaitan minyak grapefruit dengan kecemasan, kandungan limonene dalam minyak grapefruit diketahui memiliki efek penenang karena bisa menekan kadar hormon kortisol. Efek ini pun bisa dimanfaatkan untuk meredakan stres dan kecemasan.

  1. Mengobati jerawat

Efek antibakteri pada minyak grapefruit juga mampu melawan bakteri penyebab jerawat di kulit, sehingga bisa mencegah dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.

Penggunaan minyak grapefruit untuk jerawat cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan minyak esensial grapefruit dengan carrier oil. Lakukan dulu tes alergi dengan cara mengoleskannya sedikit ke lengan bawah dan tunggu selama 24 jam.

Manfaat Okra Merah bagi Kesehatan Tubuh

Meski tidak sepopuler okra hijau, ada beragam manfaat okra merah yang baik untuk kesehatan. Selain kaya akan protein, sayuran ini juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh.

Okra merah masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, karena cukup sulit ditemukan sehingga tergolong jarang dikonsumsi. Namun, sayuran yang bentuknya menyerupai pare ini memiliki kandungan nutrisi yang melimpah dan penting bagi kesehatan tubuh.

Ada beberapa manfaat okra merah bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  1. Mencegah konstipasi

Okra merah memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak yang meyakini bahwa konsumsinya bisa meningkatkan pergerakan usus dan mengatasi sulit buang air besar atau konstipasi.

  1. Mengontrol kadar gula darah

Okra merah dipercaya baik untuk penderita diabetes. Meski perlu diteliti lebih lanjut, serat dan lendir yang terkandung dalam okra merah dipercaya bisa meningkatkan kerja hormon insulin sehingga bisa mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

  1. Meningkatkan gairah seksual

Manfaat okra merah selanjutnya adalah meningkatkan gairah seksual. Manfaat ini dapat diperoleh berkat kandungan magnesium yang tinggi di dalamnya. Selain magnesium, okra merah juga mengandung vitamin B, folat, zinc, dan zat besi yang baik untuk menjaga kesehatan organ intim.

  1. Meningkatkan imunitas tubuh

Okra merah juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, seperti okra merah, bisa meningkatkan imunitas tubuh. Selain itu, efek antioksidan dari vitamin C juga mampu menangkal dampak buruk dari radikal bebas.

  1. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung

Manfaat okra merah lainnya adalah mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Ini karena konsumsinya dianggap efektif untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut sebuah studi, cara kerja okra merah dalam menurunkan kolesterol adalah dengan mengikat kolesterol di saluran pencernaan, lalu mengeluarkannya bersama tinja. Meski begitu, manfaat ini masih perlu ditinjau lebih lanjut.

Jintan Putih, Rempah dengan Segudang Manfaat bagi Kesehatan

Jintan putih bukan sekadar rempah yang digunakan sebagai penyedap masakan. Lebih dari itu, jenis rempah ini memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, mulai dari menurunkan berat badan hingga mengatasi gangguan pencernaan.

Ada dua jenis jintan yang banyak digunakan, yaitu jintan hitam dan jintan putih. Jintan hitam atau habbatussauda banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal. Nah, bagaimana dengan jintan putih? Kabar baiknya, jintan putih juga memiliki manfaat yang tidak kalah baik dari jintan hitam.

Berkat kandungan nutrisinya, Anda bisa memperoleh berbagai manfaat jintan putih yang meliputi:

  1. Menurunkan kolesterol

Bagi penderita kolesterol tinggi, konsumsi jintan putih bisa menjadi salah satu cara menurunkan kolesterol. Pasalnya, jenis rempah ini tidak mengandung lemak sama sekali dan justru kaya akan serat serta antioksidan yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi 3 gram jintan putih setiap hari mampu menurunkan kadar kolesterol pada penderita dislipidemia. Meski dinyatakan efektif, penelitian tersebut belum menunjukkan hasil yang konsisten sehingga perlu dipastikan kembali efektivitasnya melalui studi lebih lanjut.

  1. Mencegah diabetes

Jintan putih dipercaya mampu mencegah penyakit diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Manfaat ini diperoleh dari senyawa antidiabetes, yaitu polifenol, yang dapat menghambat penyerapan gula ke dalam darah.

Tak hanya itu, jintan putih juga memiliki indeks glikemik rendah sehingga konsumsinya tidak akan menaikkan kadar gula darah secara drastis.

  1. Mengatasi gangguan pencernaan

Sejak lama, jintan putih telah dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan pencernaan. Hal ini didukung dengan sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa jintan putih mampu meredakan gejala sindrom iritasi usus besar, seperti sakit perut, kembung, dan diare.

Manfaat jintan putih untuk pencernaan diduga berkat senyawa antioksidan di dalamnya yang bisa meredakan gejala iritasi di dinding saluran pencernaan.

  1. Meredakan peradangan

Efek antiradang jintan putih diperoleh dari senyawa-senyawa aktif yang terkandung di dalamnya, seperti lipopolisakarida dan timokuinon. Senyawa aktif ini dapat mengatasi rasa sakit yang ditimbulkan akibat inflamasi atau peradangan di tubuh.

  1. Menurunkan berat badan

Jintan putih memiliki potensi menurunkan berat badan berkat kandungan senyawa aktif timokuinon. Selain bersifat antiinflamasi, timokuinon juga berperan sebagai antioksidan yang dapat menurunkan lemak berlebih dalam tubuh.

Kandungan kalori dalam jintan putih juga tergolong sangat rendah, sehingga baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani program diet.

Hati-Hati Mengolah Makanan Beku Tidak Bisa Sembarangan

Cara mengolah makanan beku tidak boleh asal-asalan. Makanan beku harus dicairkan terlebih dahulu dengan benar agar aman dikonsumsi. Meski terlihat sepele, hal ini sangatlah penting dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab penyakit pada makanan yang akan dikonsumsi.

Sebelum dimasak, makanan beku yang disimpan di dalam kulkas atau freezer atau kulkas tentu harus dicairkan dan diolah terlebih dahulu. Hal ini juga berlaku untuk makanan sisa yang hendak dibekukan.

Namun, masih banyak orang belum mengetahui cara yang benar untuk mengolah makanan beku. Jika makanan beku diolah sembarangan, berbagai masalah kesehatan pun bisa terjadi, termasuk keracunan makanan.

Cara Mencairkan dan Mengolah Makanan Beku

Ada berbagai cara untuk mencairkan makanan beku agar siap diolah menjadi hidangan yang lezat, antara lain:

  1. Direndam di air dingin

Bungkus makanan beku dengan plastik bersih hingga rapat agar tidak ada bakteri yang masuk. Selanjutnya, rendam di dalam mangkuk atau panci berisi air dingin atau air biasa hingga benar-benar terendam sepenuhnya.

Ganti air setiap 30 menit hingga makanan beku tersebut mencair atau melunak dan siap untuk diolah. Makanan beku yang dilunakkan dengan metode ini harus segera dimasak.

  1. Disimpan di kulkas seharian

Cara ini merupakan cara termudah dan paling higienis untuk melunakkan makanan beku, tetapi membutuhkan waktu lama hingga 24 jam atau lebih.

Setelah dikeluarkan dari freezer, letakkan makanan beku di atas wadah bersih dan taruh di rak bawah kulkas. Wadah digunakan untuk menampung cairan yang keluar dari makanan agar tidak mengenai makanan lainnya.

  1. Dilunakkan dengan microwave

Cara mencairkan makanan beku dengan microwave sangat mudah. Anda hanya perlu menempatkan makanan beku di wadah plastik yang tahan panas, lalu memasukkannya ke dalam microwave. Panaskan selama beberapa menit.

Melunakkan makanan beku dengan microwave memang lebih cepat, tetapi hasilnya kurang merata, terutama bila makanan tersebut berukuran besar dan tebal. Hal ini berpotensi memicu pertumbuhan bakteri pada makanan. Oleh karena itu, makanan beku yang dicairkan dengan cara ini harus segera dimasak

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama

Cara menyimpan makanan di kulkas ternyata tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar kualitas makanan tetap terjaga. Cara penyimpanan yang salah justru dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan bila makanan tersebut sampai dikonsumsi.

Menyimpan makanan di kulkas umumnya bertujuan agar makanan bisa tahan lama. Namun, bila disimpan dengan cara yang tidak tepat, makanan rentan terkontaminasi kuman penyebab penyakit dan meningkatkan risiko terjadinya keracunan makanan bila dikonsumsi.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan makanan di kulkas yang benar agar makanan terjaga kualitasnya dan terhindar dari kontaminasi bakteri.

Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama
Ada cara menyimpan makanan di kulkas agar tahan lama dan tetap segar saat dikonsumsi, yaitu:

  1. Simpan makanan dalam wadah tertutup

Menyimpan makanan di kulkas menggunakan wadah tertutup dapat menjaga kesegaran makanan dan mencegah kontaminasi kotoran maupun bakteri.

Pastikan wadah yang digunakan dalam kondisi tidak rusak dan bersih. Bila Anda hendak menggunakan wadah dari bahan plastik, disarankan memilih wadah yang bebas kandungan BPA.

  1. Letakkan daging mentah di rak bagian bawah

Meski telah disimpan dalam wadah tertutup atau dibungkus dengan rapat menggunakan plastik pembungkus, sebaiknya letakkan daging mentah di rak bagian bawah untuk menghindari risiko menetesnya cairan dari daging ke makanan lain.

Agar tahan lama, daging mentah lebih baik disimpan dalam lemari pembeku atau freezer. Menyimpan daging mentah di freezer dapat mencegah pertumbuhan kuman yang dapat hidup pada suhu kulkas.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Meski dibekukan, metode ini dianggap tidak akan mengubah nutrisi yang terkandung di dalam daging.

  1. Bungkus buah dan sayur tertentu menggunakan handuk

Sebelum disimpan dalam wadah tertutup, beberapa jenis buah dan sayur seperti bit, stroberi, bluberi, wortel, dan lobak sebaiknya dibungkus menggunakan handuk kering. Handuk kering dapat menyerap air atau kelembapan berlebih yang menyebabkan buah dan sayur tertentu menjadi cepat busuk.

Sementara itu, sayuran seperti pakcoy, brokoli, daun bawang, daun kale, dan selada, perlu disimpan di tempat yang lembap. Nah, untuk menjaga kesegarannya, Anda bisa membungkusnya dengan handuk lembap.

  1. Jaga suhu kulkas tetap dingin

Pastikan kulkas berada pada suhu di bawah 5o C dan freezer pada suhu minimal -18o C untuk mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri maupun jamur pada makanan.

Tutup pintu kulkas dengan rapat dan jangan menumpuk makanan di depan lubang udara agar suhu kulkas tetap dingin. Selain menjaga suhu kulkas, jaga pula kebersihan kulkas.

Bersihkan kulkas secara rutin setidaknya seminggu sekali untuk menghindari pertumbuhan kuman dalam kulkas yang dapat mencemari makanan.

  1. Letakkan makanan sesuai dengan masa simpannya

Letakkan makanan yang sudah lama atau mendekati tanggal kedaluwarsa di bagian depan. Menyimpan makanan dengan cara ini bisa membantu Anda lebih mudah menjangkau makanan yang sudah lama agar dapat segera dikonsumsi dan tidak telanjur busuk.

Anda juga dapat memberi label tanggal pada wadah makanan untuk membantu mengingat jangka waktu penyimpanannya. Makanan sisa biasanya bertahan selama 5 hari di kulkas dan bisa sampai 6 bulan di freezer.