Mengenal Profesi Dokter Ortopedi Ahli Sport dan Artroskopi Ortopedi

Dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi ortopedi adalah dokter yang memiliki keahlian untuk menangani kasus cedera tulang, sendi, otot, dan jaringan ikat akibat kecelakaan dalam olahraga. Tak hanya menangani para atlet, dokter subspesialis ini juga menangani cedera akibat olahraga pada pasien nonatlet.

Olahraga merupakan aktivitas yang penting untuk dilakukan secara rutin, karena baik bagi kesehatan tubuh dan mental. Tak hanya itu, rutin berolahraga juga dapat menurunkan risiko berbagai jenis penyakit, seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

Meski demikian, apa pun jenis olahraga yang dilakukan, Anda dianjurkan untuk tetap berhati-hati dan waspada. Bila tidak, Anda bisa saja mengalami cedera. Sebagian kasus cedera akibat olahraga bahkan bisa cukup parah hingga menyebabkan kecacatan.

Risiko cedera saat berolahraga lebih sering dialami oleh orang dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti atlet. Dalam hal ini, peran dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi ortopedi sangatlah penting dalam menangani cedera akibat olahraga.

Tindakan yang Dilakukan Dokter Ortopedi Ahli Sport dan Artroskopi Ortopedi
Dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi memiliki kemampuan untuk mendiagnosis jenis cedera yang dialami pasien beserta tingkat keparahannya.

Dalam mendiagnosis, dokter subspesialis ini dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine, artroskopi, serta pemeriksaan radiologi, misalnya foto Rontgen, USG, CT scan, dan MRI.

Setelah jenis dan tingkat keparahan cedera pada pasien diketahui, dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi akan menentukan penanganan yang tepat untuk memperbaiki fungsi anggota gerak tubuh yang cedera agar mereka dapat berfungsi kembali.

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi adalah:

Pemberian obat-obatan
Untuk menangani cedera pada pasien, dokter dapat meresepkan obat-obatan antinyeri golongan OAINS. Pada kasus cedera yang parah, dokter juga dapat memberikan obat kortikosteroid melalui suntikan atau obat minum.

Fisioterapi
Untuk membantu proses pemulihan pasien dan mengembalikan fungsi tubuh yang rusak akibat cedera, dokter ortopedi ahli sport dan artroskopi juga sering kali menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi. Terapi ini dapat dilakukan setelah pasien pulih dari tindakan operasi.

Daftar Obat Batuk untuk Bayi yang Aman Dikonsumsi Si Kecil

Batuk merupakan reaksi normal dan bentuk mekanisme tubuh untuk membersihkan lendir, kuman, dan kotoran dari saluran napas dan paru-paru. Batuk biasanya terjadi ketika tenggorokan, trakea, atau paru-paru mengalami iritasi, radang, atau infeksi.

Obat Batuk untuk Bayi yang Aman
Batuk pada bayi paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau iritasi terhadap polusi atau kotoran, seperti debu dan asap, di udara. Batuk karena kedua hal tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya.

Keluhan yang cukup sering terjadi ini sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan jika tidak disertai keluhan lain, seperti demam, sesak napas, dan bayi tampak lemas.

Batuk pada bayi cukup diatasi dengan memperbanyak asupan ASI dan istirahat. Namun, bila Si Kecil batuk disertai demam atau ia menjadi lebih rewel, pertimbangkan untuk memberikan dua jenis obat berikut:

Obat pereda demam
Jenis obat pereda demam yang aman untuk bayi yaitu paracetamol dan ibuprofen. Untuk bayi, umumnya paracetamol dan ibuprofen tersedia dalam bentuk sirup. Namun pemberian kedua obat tersebut ada aturannya, yakni:

Paracetamol

Paracetamol bisa diberikan bila Si Kecil sudah berusia 2 bulan, dengan syarat ia dilahirkan setelah usia kehamilan 37 minggu dan beratnya sudah lebih dari 4 kg. Paracetamol bisa meredakan demam dan nyeri akibat radang di tenggorokan yang menyebabkan bayi batuk.

Pemberian paracetamol yang tepat adalah setiap 4–6 jam sekali, serta tidak lebih dari 4 kali pemberian dalam waktu 24 jam. Agar dosis paracetamol yang diberikan sesuai, gunakan pipet atau sendok obat pada botol yang sesuai dengan takarannya.

Terlalu banyak memberikan paracetamol dapat mengakibatkan kerusakan organ hati. Oleh karenanya, pastikan untuk selalu mematuhi anjuran dosis yang diberikan. Paracetamol cenderung lebih aman untuk saluran cerna bayi dibanding ibuprofen.

Ibuprofen

Ibuprofen dapat diberikan jika Si Kecil sudah berumur 3 bulan atau beratnya lebih dari 5 kg. Ibuprofen dapat mengurangi demam, nyeri, serta mengurangi peradangan.

Namun, pemberian ibuprofen sebaiknya tidak lebih dari 3 dosis dalam jangka waktu 24 jam dan jarak waktu saat memberikan obat ini juga jangan terlalu cepat (kurang dari 6 jam). Dibandingkan dengan paracetamol, ibuprofen cenderung membuat lambung bayi tidak nyaman, sehingga ia bisa mengalami efek samping berupa mual atau muntah.

Larutan saline
Jika batuk Si Kecil tidak disertai demam, Bunda dapat memberikan larutan saline yang bisa dibeli di apotek. Selain dalam bentuk tetes, saline yang merupakan larutan garam steril ini juga tersedia dalam bentuk semprot (spray).

Larutan saline berfungsi mengencerkan lendir yang kental, maupun membantu mengeluarkan dahak pada bayi, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan, melegakan pernapasannya, serta melembapkan jalan napas akibat udara yang terlalu kering atau kotor.

Bunda bisa meneteskan larutan saline ke lubang hidung bayi, lalu hisap lendir menggunakan alat hisap lendir yang bentuknya seperti pipet.

Perlu dipahami bahwa paracetamol, ibuprofen, dan larutan saline hanya digunakan untuk membuat bayi merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat hingga batuknya reda dengan sendirinya.

Bunda juga sebaiknya tidak memilih obat batuk untuk bayi atau orang dewasa yang beredar di pasaran, misalnya obat pengencer dahak atau pereda batuk, yang biasanya terdapat pada obat flu. Obat-obatan tersebut tidak aman dikonsumsi oleh anak berusia di bawah dua tahun, termasuk bayi.

Selain itu, penggunaan antibiotik juga tidak selalu dibutuhkan untuk mengobati batuk pada bayi. Antibiotik hanya digunakan jika batuk pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri.

Untuk menentukan apakah batuk pada bayi disebabkan oleh bakteri atau bukan dan menentukan jenis antibiotik apa yang cocok digunakan, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter.

Ketahui Lebih Jauh Tentang Operasi Rahang

Operasi rahang adalah tindakan untuk memperbaiki kelainan posisi rahang dan gigi. Operasi ini sering dilakukan sebagai bagian dari operasi plastik untuk menyempurnakan penampilan wajah.

Secara umum, operasi rahang atau bedah ortognatik dilakukan dengan cara memotong tulang rahang dan mengubahnya ke posisi yang benar. Selanjutnya, alat khusus akan dipasang untuk menjaga agar tulang rahang tetap di posisinya.

Operasi rahang baru dapat dilakukan setelah rahang tumbuh sempurna, yaitu setelah usia 14 tahun pada wanita dan setelah 17 tahun pada pria.

Sebelum Operasi Rahang
Sebelum operasi rahang, dokter akan melakukan foto Rontgen pada area gigi dan rahang untuk melihat bentuk gigi dan rahang yang akan dioperasi. Selanjutnya, dokter gigi spesialis ortodontis dapat memasang kawat gigi pada pasien terlebih dahulu, yaitu sekitar 12–18 bulan sebelum operasi.

Perlu diketahui bahwa pemasangan kawat gigi ini tidak dapat memperbaiki bentuk rahang pasien, tetapi sebatas untuk meluruskan gigi sebelum operasi.

Prosedur Operasi Rahang
Prosedur operasi rahang dapat dilakukan di rahang bagian atas, bagian bawah, atau keduanya. Umumnya, operasi rahang berlangsung selama 2–5 jam, tergantung pada kondisi yang diperbaiki.

Selama tindakan di sbobet88 ruang operasi, pasien tidak akan merasakan apa pun karena akan diberikan bius total. Setelah bius bekerja dan pasien tertidur, dokter akan membuat sayatan di dalam mulut area rahang atas maupun rahang bawah.

Sayatan operasi tidak akan meninggalkan bekas luka di wajah, karena sayatan dibuat di bagian dalam mulut. Meski demikian, terkadang sayatan kecil perlu dibuat di bagian luar mulut.

Setelah Operasi Rahang
Lama pemulihan pasien setelah operasi berbeda-beda, tergantung pada usia dan kondisi kesehatan pasien. Namun, masa pemulihan umumnya dapat memakan waktu hingga 2–3 bulan setelah operasi. Berikut ini adalah hal-hal yang terjadi selama masa pemulihan, serta tindakan yang perlu dan tidak boleh dilakukan:

Masa pemulihan operasi rahang di rumah sakit
Setelah operasi selesai dilakukan dan efek obat bius hilang, pasien akan kembali sadar. Pasien akan merasakan kantuk, nyeri, serta kesemutan di sekitar mulut dan wajah.

Sensasi kesemutan muncul akibat efek samping obat bius yang melindungi saraf di sekitar rahang selama operasi. Selain itu, rahang yang dioperasi juga akan mengalami pembengkakan.

Pasien yang menjalani operasi rahang perlu menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1–4 hari setelah operasi. Selama rawat inap, dokter akan melakukan pemantauan rutin pada kondisi pasien.

Masa pemulihan operasi rahang setelah pulang ke rumah
Setelah pulang dari rumah sakit, pasien diminta untuk lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Pasien juga diminta untuk hanya mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah ditelan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri, serta meminta pasien untuk tidak merokok dan melakukan aktivitas berat setidaknya sampai 3 bulan setelah operasi.

Masa pemulihan setelah operasi rahang tergantung pada kondisi pasien. Pasien yang menjalani operasi rahang umumnya dapat menjalani aktivitas secara normal sekitar 1 bulan setelah operasi. Namun, pasien perlu kontrol rutin ke dokter setidaknya hingga 6 bulan setelah operasi.

Setelah operasi, kawat gigi dan retainer gigi akan tetap digunakan hingga beberapa tahun untuk menyempurnakan bentuk rahang dan menjaga agar posisi rahang tidak berubah.

Kanker Gusi, Kenali Gejala dan Cara Menanganinya

Kanker gusi terjadi ketika sel-sel gusi tumbuh di luar kendali. Jenis kanker ini sering kali tidak disadari karena gejalanya yang menyerupai radang gusi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai gejala kanker gusi agar langkah penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kanker gusi merupakan bagian dari kanker mulut. Kanker ini biasanya terjadi pada orang dewasa di atas usia 50 tahun. Jika terlambat terdeteksi dan tidak segera diberi pengobatan, kanker gusi berpotensi menyebar ke seluruh mulut, tenggorokan, hingga kepala dan leher.

Penyebab Kanker Gusi dan Faktor Risikonya
Kanker gusi terbentuk sbobet mix parlay ketika sel gusi mengalami mutasi atau kelainan DNA. Mutasi ini menyebabkan sel terus tumbuh secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini kemudian akan membentuk tumor pada gusi dan berkembang menjadi kanker.

Langkah Penanganan Kanker Gusi
Dalam mendiagnosis kanker gusi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada gusi dan mulut serta mengambil sampel sel gusi melalui prosedur biopsi untuk diuji di laboratorium.

Setelah kanker gusi terdiagnosis, dokter akan menentukan tingkat atau stadium kanker dengan melakukan tes lanjutan, termasuk endoskopi dan tes pencitraan seperti CT scan atau MRI.

Pengobatan kanker sbobet gusi bisa bervariasi, tergantung pada lokasi dan stadium kanker. Berikut ini adalah beberapa penanganan kanker gusi:

Operasi
Pengobatan kanker gusi yang utama adalah dengan operasi. Operasi kanker gusi bertujuan untuk mengangkat sel kanker sekaligus jaringan atau sel normal di sekitarnya untuk memastikan kanker benar-benar telah diangkat.

Radioterapi
Radioterapi biasanya digunakan sebagai terapi tambahan setelah operasi. Pengobatan ini dilakukan menggunakan sinar radiasi yang diarahkan ke sel-sel kanker. Dengan begitu, sel kanker bisa mati dan terangkat.

Kemoterapi
Kemoterapi juga bisa menjadi pengobatan kanker gusi. Pada kemoterapi, penderita kanker gusi perlu mengonsumsi obat yang dikhususkan untuk membunuh sel kanker.

Perlu diketahui bahwa dokter bisa merekomendasikan kombinasi pengobatan kanker gusi, misalnya operasi yang disertai dengan radioterapi atau kemoterapi untuk memaksimalkan pengobatan dan mencegah kanker datang kembali.

Tubektomi, Ini yang Harus Anda Ketahui

Tubektomi adalah prosedur pemotongan atau penutupan tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur (ovarium) dan rahim. Prosedur ini membuat sel-sel telur tidak bisa memasuki rahim sehingga tidak dapat dibuahi. Tubektomi juga dapat menghalangi sperma masuk ke dalam tuba falopi.

Sebagai salah satu metode KB yang bersifat permanen, tubektomi sangat efektif bila dibandingkan dengan KB jenis lain. Hal ini karena tubektomi tidak memerlukan wanita untuk menghitung masa subur saat siklus menstruasi, atau mengingat jadwal minum pil dan suntik KB.

Oleh karena itu, pasien sbobet dapat berhubungan seksual seperti biasa tanpa perlu ingat untuk memakai kondom. Selain itu, pasien juga mendapatkan siklus menstruasi normal dan menopause, karena tubektomi tidak memengaruhi hormon.

Tubektomi juga dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah menjalani persalinan normal maupun caesar.

Tujuan dan Indikasi Tubektomi
Tubektomi termasuk salah satu metode untuk mencegah kehamilan secara permanen. Oleh karena itu, prosedur ini hanya disarankan pada wanita dewasa yang benar-benar yakin bahwa mereka tidak ingin hamil.

Prosedur Tubektomi
Tubektomi dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit terdekat. Umumnya, prosedur ini dilakukan dengan menggunakan bius total, tetapi juga bisa dengan bius lokal. Jenis obat bius ini akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi pasien dan jenis operasi yang hendak dijalani.

Tubektomi dapat dilakukan bersamaan dengan operasi caesar. Namun, jika dilakukan di luar operasi caesar, ada tiga jenis prosedur tubektomi yang dapat dilakukan, yaitu:

Minilaparotomi
Minilaparotomi dilakukan melalui sayatan kecil sekitar 2–3 cm di bawah pusar. Prosedur ini biasanya dianjurkan pada pasien yang mengalami obesitas, baru menjalani operasi perut atau panggul, serta pernah mengalami infeksi panggul yang berdampak pada rahim maupun tuba falopi.

Histeroskopi
Selain kedua operasi di atas, tubektomi juga bisa dilakukan dengan prosedur histeroskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut histeroskop melalui leher rahim atau vagina.

Histeroskopi umumnya dilakukan untuk metode tubal occlusive procedure. Prosedur ini tidak membutuhkan sayatan sehingga jarang memerlukan bius umum. Meski demikian, prosedur ini tidak disarankan pada wanita yang baru menjalani proses persalinan.

Setelah Tubektomi
Setelah menjalani tubektomi, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan untuk dipantau kondisinya. Umumnya, pasien akan dianjurkan untuk menginap semalam di rumah sakit.

Sama seperti semua operasi, tubektomi juga berpotensi memicu efek samping. Beberapa efek sampingnya adalah nyeri pada luka operasi, lemas, pusing, sakit atau kram perut, nyeri bahu, dan perut kembung. Dokter akan memberikan obat pereda sakit untuk mengatasinya.

Bayi Tabung, Ini yang Harus Anda Ketahui

Bayi tabung adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk membantu proses kehamilan. Prosedur ini dapat menjadi salah satu solusi bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan untuk memiliki anak.

Proses kehamilan bermula ketika sel telur yang matang dibuahi oleh sperma di saluran indung telur. Jika sel telur yang sudah dibuahi ini menempel di dinding rahim, normalnya janin akan mulai tumbuh di rahim dan akan lahir 9 bulan kemudian.

Namun akibat kondisi tertentu, proses tersebut tidak berjalan normal. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan pada organ panggul wanita atau masalah kesuburan pada pria. Pada kondisi tersebut, prosedur bayi tabung bisa dilakukan untuk membantu pasien wanita hamil.

Bayi tabung merupakan program untuk membantu pasien mendapatkan kehamilan, dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Setelah penggabungan, sel telur yang sudah dibuahi (embrio) akan diletakkan kembali di rahim.

Indikasi Bayi Tabung
Prosedur bayi tabung digunakan untuk mendapatkan kehamilan bagi pasien yang mengalami masalah kesuburan. Namun biasanya, sebelum prosedur bayi tabung dipilih, dokter akan terlebih dulu menyarankan metode lain, seperti pemberian obat-obatan penyubur kandungan dan inseminasi buatan.

Selain untuk mendapatkan kehamilan, prosedur bayi tabung juga dapat dilakukan untuk mencegah kelainan genetik yang diderita oleh orang tua menurun kepada janin.

Prosedur ini juga dapat dilakukan pada pasien wanita yang akan menjalani pengobatan, seperti radioterapi dan kemoterapi. Melalui prosedur bayi tabung, pasien bisa menyimpan sel telur yang sehat sebelum menjalani pengobatan tersebut.

Peringatan Bayi Tabung
Pasangan dapat melakukan prosedur bayi tabung jika kedua belah pihak sudah siap secara fisik dan mental. Pasangan akan melewati banyak proses medis dan terkadang tidak berhasil dalam sekali tindakan (siklus).

Penting untuk diketahui, bertambahnya usia wanita dapat menurunkan peluang keberhasilan program bayi tabung dan berisiko menimbulkan kelainan kromosom pada janin.

Berat badan berlebih dan gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, juga berisiko menurunkan peluang keberhasilan bayi tabung.

Inilah Berbagai Penyebab Kanker Mulut

Kanker mulut bisa menyerang lidah, bibir, gusi, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, hingga tenggorokan. Penyebab kanker mulut diduga berkaitan dengan faktor keturunan, kebiasaan merokok, serta infeksi virus.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekitar 650 ribu kasus penyakit kanker mulut yang ditemukan setiap tahun, dan lebih dari setengahnya berujung pada kematian akibat penyakit ini.

Sebagian besar kanker mulut berjenis karsinoma sel skuamosa yang cenderung menyebar dengan cepat. Akan tetapi, sering kali penderita kanker mulut tidak merasakan gejala, sehingga kondisi ini biasanya baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

Pada saat sudah memasuki stadium lebih lanjut, kanker mulut dapat menunjukkan gejala berupa sariawan, bercak-bercak kemerahan atau keputihan di dalam mulut yang tidak membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, tumbuh benjolan di dalam mulut, mati rasa atau nyeri di mulut, serta sulit menelan atau berbicara.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut
Kanker mulut terbentuk ketika sel-sel di bagian mulut, termasuk lidah, gusi, dan bibir mengalami perubahan sifat (mutasi) genetik. Perubahan ini membuat sel terus tumbuh dan berkembang biak hingga membentuk kanker.

Tidak jelas apa yang menyebabkan sel-sel di mulut mengalami mutasi, tetapi diketahui ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker mulut. Salah satunya adalah jika ada keluarga kandung yang pernah menderita kanker.

Selain adanya riwayat kanker di dalam keluarga, penyakit ini juga lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang memiliki beberapa faktor risiko berikut:

  1. Merokok

Tembakau merupakan faktor risiko terbesar penyebab kanker mulut. Mengisap rokok, cerutu, rokok pipa (cangklong), atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan peluang untuk terkena kanker mulut antara 50 – 85%. Selain pada orang yang aktif merokok, risiko terkena kanker mulut ini juga bisa dialami oleh perokok pasif.

  1. Sering mengonsumsi minuman beralkohol

Orang yang sering minum alkohol dapat mengalami peningkatan risiko untuk terkena kanker mulut dan kanker tenggorokan hingga enam kali lipat jika dibandingkan orang yang menjalani gaya hidup sehat. Risiko tersebut akan jauh lebih tinggi jika ditambah dengan kebiasaan merokok.

Hal ini diduga karena kedua kebiasaan buruk tersebut dapat merusak sel-sel di mulut, sehingga terjadi perubahan sifat genetik yang membuat mereka menjadi ganas.

  1. Sering terpapar sinar matahari

Paparan sinar matahari atau radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan diduga bisa menjadi penyebab kanker mulut di daerah bibir. Hal ini lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang banyak beraktivitas di bawah terik matahari.

  1. Terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV)

HPV jenis tertentu, terutama virus HPV tipe 16, dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam mulut. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut. Anda bisa terinfeksi HPV saat melakukan aktivitas seksual, termasuk seks oral, dengan orang yang menderita HPV.

Selain kanker mulut, virus HPV ini juga dapat menimbulkan beberapa penyakit lain, seperti kutil kelamin dan kanker serviks.

  1. Kurang menjaga kebersihan mulut

Kesehatan gigi dan mulut yang kurang terjaga turut berperan dalam menyebabkan terjadinya kanker mulut. Hal ini diduga berkaitan dengan luka dan peradangan kronis pada mulut akibat kurang terjaganya kebersihan mulut, sehingga sel-sel di dalam rongga mulut mengalami kerusakan.

Hal ini didukung oleh suatu riset yang meninjukkan bahwa orang-orang yang jarang menyikat gigi, tidak rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi, menggunakan gigi palsu, memiliki gigi patah atau rusak yang tidak ditangani, serta sering terkena radang gusi lebih berisiko untuk terkena kanker mulut.

Pemasangan Central Venous Catheters, Ini yang Harus Anda Ketahui

Pemasangan central venous catheters (CVC) adalah prosedur pemasangan alat seperti infus, tetapi pada pembuluh darah besar. Prosedur ini dilakukan untuk pengobatan jangka panjang yang berisiko apabila diberikan melalui infus biasa, salah satunya adalah pemberian obat-obatan kemoterapi.

Pemasangan CVC dilakukan dengan memasukkan infus ke pembuluh darah besar, kemudian diarahkan menuju pembuluh vena sentral yang membawa darah ke jantung. Pemasangan CVC dilakukan pada pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang, karena kateter ini dapat bertahan di dalam tubuh untuk waktu yang lama.

Ketika menjalani pengobatan jangka panjang, asupan nutrisi, dan obat-obatan tidak bisa diberikan melalui infus. Hal ini karena infus hanya untuk penggunaan jangka pendek dan membutuhkan penggantian jarum suntik berkali-kali. Jika dilakukan secara berulang, penggantian jarum tersebut dapat merusak pembuluh darah.

Sebelum Pemasangan Central Venous Catheters
Sebelum pemasangan CVC, dokter akan menjelaskan secara detail mengenai prosedur yang akan dilakukan dan risiko yang mungkin dialami pasien.

Setelah pasien memahami dan setuju untuk menjalani prosedur ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Tujuannya adalah untuk memastikan pasien tidak memiliki alergi terhadap alat-alat medis yang digunakan dan tidak menderita gangguan pembekuan darah.

Selanjutnya, pasien akan diminta untuk berpuasa sekitar 4–6 jam sebelum menjalani pemasangan CVC.

Tumor Rahang: Penyebab, Gejala, Jenis, dan Penanganannya

Tumor rahang merupakan tumor langka yang berasal dari tulang rahang. Tumor rahang bisa bersifat jinak, bisa juga bersifat ganas dan merusak jaringan di sekitar rahang, termasuk mulut dan tulang wajah. Oleh karena itu, gejalanya perlu dikenali sejak dini agar dapat segera ditangani.

Tumor rahang biasanya akan menimbulkan benjolan tidak normal di tulang rahang, mulut, dan sbobet wajah. Tumor ini bisa berasal dari jaringan dan sel penyusun gigi yang terdapat di rahang atau jaringan tulang rahang.

Tumor rahang ada yang bersifat jinak maupun ganas, dan jenisnya juga bermacam-macam, antara lain:

  1. Ameloblastoma

Ameloblastoma merupakan jenis tumor rahang jinak yang tumbuh perlahan di rahang atas bagian belakang. Meski bersifat jinak, tumor ini terkadang juga bisa tumbuh cepat dan menyebar ke hidung, rongga mata, dan tengkorak kepala.

Pada beberapa kasus, ameloblastoma tidak menimbulkan gejala apa pun. Jika muncul gejala, biasanya berupa benjolan di sekitar rahang, sakit gigi, dan sakit rahang. Jika terus dibiarkan tanpa pengobatan dalam waktu lama, tumor dapat berubah menjadi ganas dan menyebar ke kelenjar getah bening atau paru-paru.

  1. Odontoma

Odontoma merupakan jenis tumor rahang jinak yang bermula di rahang atas dan biasanya mulai terdeteksi pada usia remaja. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan pertumbuhan gigi terganggu. Tumor odontoma dapat menyerupai gigi normal atau berupa benjolan kecil atau besar yang tidak beraturan.

  1. Keratosis odontogenik

Kerastosis odontogenik merupakan tumor jinak yang muncul di rahang bawah, dekat gigi geraham bagian belakang. Tumor rahang jenis ini paling banyak dialami oleh penderita NBCCS. Pertumbuhan tumor ini cenderung lambat, namun dapat merusak struktur rahang dan gigi, bahkan berisiko muncul kembali setelah dioperasi dan diobati.

  1. Myxoma odontogenic

Jenis tumor rahang jinak yang tergolong langka ini paling sering muncul di rahang bawah dan sering kali mirip dengan tumor rahang ameloblastoma. Tumor myxoma odontogenic bisa tumbuh semakin besar dan merusak jaringan di sekitarnya, sehingga menimbulkan keluhan nyeri, kesemutan, atau mati rasa di rahang dan wajah.

Tumor rahang ini dapat menyebabkan posisi gigi bergeser dan merusak struktur rahang. Myxoma odontogenic bisa muncul kembali setelah pengobatan, namun risiko kemunculan kembalinya dapat diturunkan dengan perawatan yang lebih intensif dan pemantauan berkala oleh dokter.

  1. Central giant cell granuloma

Tumor jinak yang paling sering terjadi di rahang bawah bagian depan. Tumor ini dapat tumbuh dengan cepat, menimbulkan rasa sakit, dan bahkan menghancurkan tulang rahang. Meskipun jinak, tumor ini dapat tumbuh kembali setelah penanganan.

Selain beberapa jenis tumor rahang di atas, ada pula tumor yang bersifat nonodontogenik, artinya tumor tersebut berasal dari jaringan lain di sekitarnya, lalu menyebar ke rahang.

Ketahui Obat Penurun Darah Tinggi Medis dan Alami di Sini

Penyakit hipertensi dapat dikendalikan dengan mengonsumsi obat penurun darah tinggi, baik yang alami maupun medis. Obat-obatan ini juga dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi akibat hipertensi, seperti gangguan saraf, penyakit ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang menjadi cara utama untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Di samping itu, penderita hipertensi juga dianjurkan untuk mengonsumsi obat penurun darah tinggi yang alami atau medis agar tekanan darah terkendali.

Obat Penurun Darah Tinggi Medis
Seseorang dikatakan memiliki darah tinggi jika tekanan darahnya lebih dari 130/80 mmHg. Untuk membantu mengendalikan tekanan darah, dokter dapat meresepkan obat penurun darah tinggi yang masing-masing memiliki cara kerja berbeda.

Berikut ini adalah berbagai jenis obat hipertensi medis yang bisa diperoleh dengan resep dokter:

  1. Angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor)

ACE inhibitor merupakan obat yang dapat membuat pembuluh darah menjadi rileks, sehingga tekanan darah bisa berkurang. Beberapa obat penurun darah tinggi yang termasuk dalam golongan ACE inhibitor adalah captopril, enalapril, lisinopril, perindopril, dan ramipril.

  1. Angiotensin II receptor blockers (ARB)

ARB merupakan obat penurun darah tinggi yang bekerja dengan cara memblokir efek angiotensin, yaitu bahan kimia yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Saat efek angiotensin dihentikan, pembuluh darah akan kembali melebar dan tekanan darah menjadi berkurang.

Obat ini sering diresepkan oleh dokter jika pengobatan dengan ACE inhibitor menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Beberapa jenis ARB yang umum diresepkan oleh dokter adalah candesartan, eprosartan, irbesartan, losartan, valsartan, dan telmisartan.

  1. Beta blockers atau penghambat beta

Obat yang satu ini dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah dengan cara membuat jantung berdetak lebih lambat dan melebarkan pembuluh darah. Atenolol, metoprolol, dan bisoprolol merupakan contoh beta blockers yang umum diresepkan oleh dokter.

Biasanya, beta blockers diresepkan bersamaan dengan obat penurun darah tinggi lainnya.

  1. Calcium channel blockers atau antagonis kalsium

Antagonis kalsium bekerja dengan cara mencegah kalsium memasuki otot jantung dan sel-sel pembuluh darah. Hal ini akan membuat pembuluh darah melebar dan otot jantung menjadi rileks, sehingga tekanan darah menurun.

Obat penurun darah tinggi golongan antagonis kalsium yang umum diresepkan adalah amlodipine, diltiazem, nifedipine, dan verapamil.

  1. Diuretik

Diuretik bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan garam dalam tubuh melalui urine. Saat kelebihan air dan garam dalam tubuh berkurang, tekanan pada pembuluh darah dan jantung juga akan menurun.

Obat ini diresepkan sebagai alternatif ketika penggunaan antagonis kalsium menimbulkan efek samping. Contoh diuretik yang umum diresepkan sebagai obat penurun darah tinggi adalah furosemide, indapamide, hydrochlorothiazide, dan spironolactone.